Beranda / Berita / Aceh / PDIP Aceh Akan Hilangkan Citra Negatif

PDIP Aceh Akan Hilangkan Citra Negatif

Sabtu, 03 Agustus 2019 23:40 WIB

Font: Ukuran: - +

Muslahuddin Daud menuturkan, proses pembersihan citra partai serta rasionalisasi makna keberadaan partai akan dilakukan di tingkat akar rumput (grass root) dengan kerja rill dilapangan.

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Muslahuddin Daud secara resmi ditunjuk sebagai Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Aceh periode 2019-2024. Dia mengakui  stigma  negatif di masyarakat tentang PDIP harus dihilangkan.

"Citra  negatif tentang PDIP selama ini di mata masyarakat  Aceh  akan diubah dengan pekerjaan ril di lapangan. Ini memang tugas  berat, namun citra negatif  tentang PDIP harus dihilangkan," sebut Bang Muih, panggilan akrab ketua PDIP ini, menjawab Dialeksis.com, Sabtu (3/8/2019)  melalui sambungan selular.

Muslahuddin  berharap kedepan PDIP Aceh ke depannya  dapat diperhitungkan keberadaannya dalam kontestasi politik lokal.

"PDIP Aceh yang pasti ingin menjadi bagian penting dari kontestasi yang ada di Provinsi Aceh. Karena selama ini kiprahnya agak redup ya. Harapan kita kedepan PDIP di Aceh kedepan walau tidak menjadi pemenang pemilu minimal komposisi politiknya itu diperhitungkanlah" ujar pria kelahiran Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya 4 Juli 1973 ini.

Sementara itu, dirinya mengakui bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan kedepan menyangkut citra PDIP di Aceh. Salah satunya agenda pembersihan terhadap citra negatif yang selama ini belum lekang dalam benak sebagian publik di Aceh.

Menurutnya, proses pembersihan citra partai serta rasionalisasi makna keberadaan partai akan dilakukan di tingkat akar rumput (grass root) dengan kerja rill dilapangan. Meski demikian, dirinya menyadari bahwa proses itu membutuhkan waktu.

"Yang jelas jadi persoalan kita, adalah proses pembusukan terhadap partai yang berlebihan. Sehingga kesan negatif selalu mencuat ke publik terkait kiprah PDIP di Aceh.  Ini yang akan kita coba sembuhkan," jelasnya.

"Klaim seperti itu tidak semuanya benar. Strategi yang akan kita lakukan nantinya kita akan berbuat banyak di tingkat grass root. Kita akan lakukan kerja kerja riil, termasuk rasionalisasi dan makna kehadiran partai kepada masyarakat.," sebut Bang Muih.

"Tentu saja harus dibangun melalui kekuatan struktur di partai sendiri. Jadi makanya kita akan lakukan kegiatan riil di lapangan.  Kita coba rasionalisaskan pelan pelan," tukasnya

Kedepan menurutnya, PDIP Aceh  akan fokus terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Terlebih struktur masyarakat Aceh didominasi oleh petani.

"sekitar 54 persen adalah petani murni. Oleh karena itu kita otomatis kedepan akan fokus dulu pada pembenahan sektor pertanian" ujar pria yang malang melintang dalam sektor pertanian ini.

Malah dalam kepentingan politik lebih luas, pria yang dulunya pernah berkecimpung di world Bank ini  ingin menjadi medium penghubung antara kepentingan Aceh dan Pusat.  

" Kita ingin kedepan dapat menjadi semacam breaking proses antara pusat dan aceh. Semoga kedepan kita bisa menjembatani dalam menghubungkan antara kepentingan Aceh dan pusat tersebut" pungkasnya pria yang pernah dinobatkan sebagai Pahlawan Pertanian Indonesia Tahun 2017 oleh salah satu stasiun TV swasta ini.

Selain Muslahuddin Daud, Yunia Shofiati juga dipercaya sebagai Sekretaris DPD PDIP Aceh, dan Hamdani sebagai Bendahara. Konferda tersebut dipimpin langsung oleh pengurus DPP PDIP, Prof. Rokhmin Dahuri, Ketua Bapilu Bambang DH, Srirahayu dan Juliardi P Batu Bara. (pd)


Editor :
Pondek

riset-JSI
Komentar Anda