Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / SISC Abdya Kunjungi BI Dorong Pengembangan Ekonomi Barat Selatan Aceh

SISC Abdya Kunjungi BI Dorong Pengembangan Ekonomi Barat Selatan Aceh

Selasa, 10 September 2019 23:16 WIB

Font: Ukuran: - +
Pertemuan SISC Abdya, ISMI Aceh, dan BI Aceh di Kantor BI Aceh, di Banda Aceh, Selasa (10/9/2019), membahas konsep pengembangan ekonomi di wilayah barat selatan Aceh. [Foto: IST/Dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tim task force Surin Industrial Smart City Aceh Barat Daya (SISC Abdya) mengunjungi Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh di Banda Aceh, Selasa (10/9/19), guna merencanakan konsep pengembangan ekonomi di barat selatan Aceh (Barsela), khususnya KEK Surin. 

Kedatangan SISC Abdya disambut Kepala Cabang BI Aceh, Z Arifin Lubis. Pertemuan yang dimulai dari jam 10 pagi itu dihadiri Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh yang diwakili Ketua Nurchalis dan tim, sementara SISC Abdya juga diwakili Ketua Miswar Fuady dan tim.

Miswar Fuady dalam keterangan resminya yang diterima Dialeksis.com, menyebutkan, kehadiran para pihak merupakan bagian dari rencana mendorong lahirnya konsep ekonomi di wilayah kawasan Aceh Barat Daya. Masing-masing pihak memaparkan rencana bisnis khusus untuk kawasan ekonomi dan industri di Teluk Surin, Abdya.

Kepala BI dalam kesempatan itu menjelaskan, guna menggenjot ekonomi di Aceh harus mendapatkan perhatian serius baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

“Jika melihat trend saat ini indeks pertumbuhan ekonomi Aceh masih sangat jauh dan rata-rata dibawah nasional serta di bawah Sumatera,” ujarnya.

Untuk itu tambahnya, salah satu hal yang harus mendapatkan perhatian adalah bagaimana mempercepat pertumbuhan ekonomi dari sektor industri yang bertujuan menumbuhkan nilai ekonomi di Aceh.

“Karena jika hanya bergantung pada APBA maka dapat dipastikan upaya percepatan pengembangan ekonomi dipastikan tidak akan berjalan secara baik dan terintegrasi karena sektor industri sama sekali tidak berjalan secara baik.”

Miswar, dalam paparannya juga mengharapkan dukungan serta masukan dari BI dalam mempercepat proses yang sedang digagas di kawasan Surin.

“Keterlibatan BI tentu sangat penting karena pengembangan kawasan ini merupakan alternatif untuk pengembangan di 8 kabupaten di Barsela, jika merujuk pada study yang ada maka kawasan Surin menjadi alternatif yang sangat cocok dan berada persis di tengah, baik terhubung dengan kawasan Barsela maupun berada di titik terdekat dengan kawasan tengah Aceh,” jelasnya.

Jika merujuk pada rencana aksi, diketahui potensi ekonomi di wilayah Barsela lebih dititik beratkan pada pengembangan ekonomi agro industri yang meliputi bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.

Selain itu kata Miswar, jika merujuk pada potensi wilayah di Barsela secara infrastruktur saat ini sudah sangat menunjang untuk mempercepat lahirnya kawasan ekonomi baik infrastruktur jalan, penerbangan serta pelabuhan yang manjadi faktor pendukung percepatan lahirnya KEK Surin.

Nurchalis menjelaskan, rencana pengembangan ekonomi di wilayah Barsela menjadi sangat penting karena jika melihat potensi nilai ekonomi di wilayah Barsela sangat tinggi dan bahkan SDA melimpah.

“Akan tetapi hingga saat ini yang belum terwujudkan adalah bagaimana wilayah Barsela memiliki kawasan ekonomi khusus dengan harapan akan menambah nilai pendapatan baru yang berorientasi pada nilai ekonomi di Barsela,” ujarnya.

Sebab hingga saat ini, tambah Ketua ISMI Aceh, secara pertumbuhan ekonomi di Aceh sangat stagnan apalagi hanya bergantung pada APBA, sedangkan dari sisi industri dan produk nyaris sama sekali tidak ada.

“Sehingga tidak heran jika indeks kemiskinan sangat sulit diturunkan dan bahkan setiap tahun angka penganguran akan terus bertambah karena pertumbuhan ekonomi hanya bergantung pada APBA sedangkan dari sisi industri (investasi) sama sekali belum tersedia.”

Dalam diskusi kepala BI perwakilan Aceh menyambut baik dan mendukung rencana business planning yang dipaparkan tim SISC Abdya, dan ini merupakan salah satu alternatif dalam mendorong ide kreatif mempercepat ekonomi di Aceh.

Selain itu BI mengingatkan pengembangan kawasan ekonomi sangat membutuhkan komitmen yang kuat pada dua aspek penting yaitu tata kelola pemerintahan yang baik yaitu investasi yang membutuhkan kepastian dan nyaman serta kepastian hukum untuk menjamin pengusaha dalam berinvestasi di kawasan ekonomi yang didorong.

Di akhir pertemuan, BI mendorong supaya langkah-langkah untuk investasi serta perangkat lanjutan segera dipersiapkan mulai dari rencana, master plan dan lainnya, karena hal ini bertujuan untuk mempercepat industri di wilayah hulu dan hilir.

Kecuali itu, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan sehingga kawasan Surin bisa berjalan dan menjadi kawasan ekonomi baru di wilayah pantai barat selatan Aceh.

BI juga berharap lintas pemerintah kabupaten/kota bisa saling bersinergi dan menghilangkan ego sektoral masing-masing khususnya di wilayah Barsela.

“Kemudian salah satu hal yang paling urgen dari kehadiran KEK Surin untuk mencegah capital flight dan mencegah agar uang tidak keluar dari wilayah Aceh, sehingga akan muncul multi player effec pertumbuhan ekonomi,” ujar Arifin.(me/rel)

Editor :
Makmur Emnur

Komentar Anda