Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / Tenggelam di Obyek Wisata, GMNI Pertanyakan Pengawasan Disparpora

Tenggelam di Obyek Wisata, GMNI Pertanyakan Pengawasan Disparpora

Kamis, 15 Agustus 2019 12:47 WIB


DIALEKSIS.COM| Takengon - Seorang wanita pengunjung obyek wisata di sungai alam Ketol, Aceh Tengah, meninggal dunia karena tenggelam, saat lebaran ini.

Berita musibah di obyek wisata ini dikritisi Mulyadi, ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah. Menurutnya, musibah itu menjadi PRI bagi Dinas Pariwisata Aceh Tengah, dalam melakukan pengawasan.

“Dinas Pariwisata apabila memiliki perencanaan yang baik, harus melakukan pembinaan terhadap pemilik obyek wisata. Rasa aman dan nyaman di obyek wisata menjadi perhatian dan tugas pemerintah,” sebut Mulyadi dalam siaran relisnya yang diterima Dialeksis.com, (Kamis /15/8/2019).

Menurut Mulyadi, sejauh ini bagaimana pengawasan yang dilakukan Dinas Parpora Aceh Tengah, terhadap standar keselamatan pada obyek wisata. Pengunjung membutuhkan rasa nyaman. Ini tugas pemerintah, jelasnya.

Namun kenyataanya, pengelola obyek wisata belum memiliki standar keselamatan yang jelas. Seharusnya Dirparpora berkoordinasi dengan BPBD, yang memiliki data tentang titik titik bahaya terhadap pengunjung obyek wisata.

“Kami mempertanyakan sejauh mana dinas pariwisata melakukan pengawasan standar keselamatan pada obyek wisata,” tanya Mulyadi.

Pihak Dispora belum menunjukan kepada publik atas keberhasilanya dalam mendorong destinasi wisata di Gayo. Gambaran anggaran 2019 masih belum berpihak pada kemajuan pariwisata, jelasnya.

Desteniasi wisata di Aceh Tengah yang ramai dikunjungi, sebagian besarnya belum terdaftar secara resmi dan belum mengurus izin seperti ketentuan. Aturan main tentang izin pengelolaan wisata ini belum jelas.

Kadisparpora Aceh Tengah, Jumadil Enka, ketika dikonfirmasi Dialeksis.com sehubungan dengan pernyataan ketua GMNI Aceh Tengah, belum memberikan jawaban. “Maaf saya sedang ada rapat,” sebut Jumadil singkat. (baga)


Editor :
Redaksi

dpra
Komentar Anda