Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Pemerhati Lingkungan: Ibadah Haji 2020 Lebih Ramah Lingkungan

Pemerhati Lingkungan: Ibadah Haji 2020 Lebih Ramah Lingkungan

Minggu, 02 Agustus 2020 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Jamaah haji mengelilingi Ka'bah di Masjid al-Haram selama musim haji di tengah pandemi Covid-19, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). [Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS]


DIALEKSIS.COM | Mekah - Ibadah haji 2020 membuka prospek "haji hijau" yang menjadi kesimpulan pemerhati lingkungan. Hal ini disebabkan jejak karbon yang lebih kecil, lebih sedikit limbah dan lebih ramah lingkungan serta jumlah jemaah yang secara dramatis dikurangi karena virus corona.

Menurut kantor berita AFP, ibadah haji tahun ini dibatasi hingga maksimum 10 ribu jemaah. Bagi pegiat lingkungan seperti Nouhad Awwad, bukan ukuran massa yang menentukan dampak pada lingkungan tetapi lebih pada "perilaku kolektif kita".

"Haji tahun ini, meskipun berlangsung pada waktu yang sulit secara global, dapat menjadi sumber harapan," kata juru kampanye Greenpeace itu.

Pemandangan di Mekah sejak musim haji pada Rabu (29/7/2020) sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak tampak massa besar yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, melainkan pergerakan jemaah yang terbatas dan teratur. (AFP/VoA Ind)

Editor :
Indri

riset-JSI
malikusaleh idul adha
Komentar Anda
dinsos dan M