Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Gaya Hidup / Bos YouTube, Microsoft, dan Apple Justru Larang Anaknya Pakai Smartphone

Bos YouTube, Microsoft, dan Apple Justru Larang Anaknya Pakai Smartphone

Jum`at, 16 Agustus 2019 09:01 WIB

CEO YouTube,  Susan Wojcicki. [FOTO: inc.com]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Zaman sekarang semuanya sudah serba digital. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga anak-anak di dunia rata-rata memiliki ponsel pintar atau smartphone pribadi.  

Smartphone saat ini dianggap sebagai barang penting alias kebutuhan primer yang wajib dimiliki dengan segudang fungsi.

Akan tetapi, beberapa para petinggi perusahaan teknologi raksasa justru melarang anak-anaknya untuk memiliki smartphone. Misalnya CEO YouTube, Susan Wojcicki.

Ia mengaku memberi batasan waktu untuk anaknya dalam menggunakan smartphone. Hal tersebut bertujuan agar anak-anaknya dapat berinteraksi satu sama lain tanpa smartphone.

"Saya memiliki waktu ketika saya mengambil semua smartphone milik anak saya. Terutama ketika kami sedang berlibur bersama. Itu karena saya ingin mereka berinteraksi satu sama lain," kata Susan seperti dilansir Cult of Mac, Kamis (15/8/2019).

Sikap Susan tersebut tak berarti ia menampik kepentingan smartphone dalam kehidupan. Baginya, smartphone memang penting dan bermanfaat, namun aka nada saatnya benda itu bersifat sebaliknya sehingga diperlukan keseimbangan dalam penggunaannya.

Seperti dilansir Republika, Jumat (16/8/2019), ternyata bukan hanya Susan yang menerapkan peraturan ini, melainkan juga Steve Jobs dan Bill Gates. Alasannya pun sama. 

Bill Gates melarang ketiga anakanya memiliki smartphone sebelum berusia 14 tahun. Ia tak ingin waktu anaknya habis karena sibuk menatap layar ponsel.

Bill Gates juga menilai, penggunaan gawai yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan mata. Selain itu waktu akan tersita dengan percuma jika sudah kecanduan dengan gawai. Begitu pula dengan Steve Jobs.

Ia melarang anak-anaknya menggunakan gawai karena tak ingin kehilangan waktu bermain bersama mereka. Ia pun khawatir anak-anaknya tidak akan peduli pada lingkungan jika sudah kecanduan.(me/Republika)


Editor :
Makmur Emnur

Berita Terkait
    dpra
    Komentar Anda