Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis Baca Liputan Khusus Wabah Korupsi PNS di Pemerintah Aceh
Klinik Kita
Beranda / PKA7 / Cut Zuhra Meriahkan Panggung Suwa

Cut Zuhra Meriahkan Panggung Suwa

Sabtu, 11 Agustus 2018 21:13 WIB


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penyanyi jebolan D'Academy 4 asal Aceh, Cut Zuhra meriahkan panggung utama Suwa di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Jumat malam 10 Agustus 2018.

Cut Zuhra membawakan dua lagu bernuansa islami, yaitu Deen Assalam dan Ahmad Ya Habibi.

Aksi panggung Cut Zuhra cukup membuat suasana di Taman Bustanussalatin menjadi asik. Sejumlah penonton terlihat mengelilingi panggung, ada yang duduk di kursi, lesehan, dan beberapa berdiri. Mengetahui penyanyi nasional tampil, beberapa penonton mengeluarkan gawai dan merekamnya.

Cut Zuhra mengaku senang bisa menghibur masyarakat Aceh di panggung kreativitas Suwa. Ia yakin, penontonnya tidak hanya berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar, tapi juga masyarakat daerah lain di Aceh karena mereka juga mengunjungi Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII.

"Iya cukup senang karena bisa hibur masyarakat. Lagu yang kami bawa bernuansa islami karena itu lagi tren sekarang. Jadi lebih bisa diterima di telinga banyak orang," kata Zuhra usai tampil.

Tadi malam, gadis kelahiran Bireuen, 13 November 1996 ini tampil diiringi pemusik dari DtwoX Project. Selain Zuhra, sejumlah seniman muda yang rerata masih mengecap ilmu di bangku SMA dan baru lulus tes di perguruan tinggi juga memamerkan kemampuan seninya di panggung utama Suwa.

Pelajar SMA 7 Banda Aceh misalnya, mereka menampilkan dua tari kreasi bertajuk Adee dan Petani Saka. Tarian kreasi tetap mengambil unsur dan cerita yang berkenaan dengan Aceh, baik dari segi sejarah, sosok, maupun budaya.

Selain itu ada penampilan tarian tradisional likok pulo oleh pelajar Man Model Banda Aceh, pembacaan puisi oleh Firmansyah yang baru lulus SMA, dan sejumlah aksi panggung lainnya.

Project Manager Suwa PKA VII, Tejo mengatakan, panggung utama Suwa diisi penampilan seni oleh anak-anak, remaja, dan seniman dari daerah yang datang ke Banda Aceh dalam rangka PKA VII. Panggung SUWA menjadi salah satu panggung alternatif bagi orang yang ingin menampilkan kemampuan seninya.

"Panggung Suwa ini ajang unjuk kreativitas. Suwa itu ialah obor yang dipakai untuk penerang pada jaman dulu. Keberadaan Suwa ini juga sebagai cahaya penerang untuk kegiatan utama PKA di Taman Sulthanah Safiatuddin," jelas Tejo.

Penampilan yang disuguhkan dipanggung Suwa ini bermacam-macam, seperti pertunjukan tarian tradisional, seni tutur, seni kreasi, dan seni modern. (adv)

Editor :
Jaka Rasyid

IKLAN SYAMSUL RIZAL ACADEMIC LEADER 2018
Komentar Anda