Sabtu, 29 November 2025
Beranda / Berita / Aceh / Situasi Terkini Kondisi Bener Meriah Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor

Situasi Terkini Kondisi Bener Meriah Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor

Sabtu, 29 November 2025 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kabupaten Aceh Tengah mengalami kelumpuhan total setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut. Foto: Dok. Diskominfo Aceh Tengah


DIALEKSIS.COM | Bener Meriah - Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah sejak Kamis (27/11/2025) menyebabkan wilayah tersebut terisolasi total. Selain memutus akses ke berbagai kecamatan, bencana ini juga menelan korban jiwa. Hingga Jumat (28/11/2025), tercatat 11 warga meninggal dunia, sementara 13 lainnya masih dinyatakan hilang.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menginstruksikan penanganan tanggap darurat secara maksimal untuk menembus wilayah-wilayah yang masih terputus. Upaya penyelamatan dan pembukaan akses terus berlangsung intensif hingga Jumat sore.

“Data tersebut masih akan terus diperbarui seiring dengan pemulihan akses jalan,” kata Tagore.

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam operasi tanggap darurat. Tim SAR gabungan dikerahkan ke sejumlah titik terdampak untuk mencari korban, mengevakuasi warga, serta membuka jalur menuju daerah yang paling parah terisolasi.

“Ada beberapa target yang harus dicapai. Tim harus berhasil menerobos Kecamatan Bener Kelipah, Permata khususnya Kem dan Pantan Antara serta Mesidah. Pasokan logistik harus sampai ke masyarakat. Akses lintas nasional Bener Meriah Aceh Tengah kami targetkan rampung 28 November agar logistik Bulog bisa segera masuk,” ujar Tagore.

Menurutnya, kondisi darurat memaksa distribusi bantuan dilakukan dengan pola khusus. Jalur ekstrem dan tertutup material longsor membuat tim harus menggunakan kendaraan kecil, bahkan berjalan kaki untuk membawa bantuan.

Sementara itu, proses perbaikan jalan dilakukan bertahap karena banyak titik longsor masih dalam kondisi berbahaya. Pemerintah memastikan pembukaan jalur dilakukan dengan pengawalan ketat agar distribusi kebutuhan pokok segera menjangkau seluruh warga terdampak.

Bencana ini membuat Bener Meriah terputus dari banyak wilayah lain di Aceh. Jalur nasional Bener Meriah“Aceh Tengah dan Bener Meriah“Bireuen putus total, sementara jalan provinsi Bener Meriah“Lhokseumawe (eks KKA) mengalami kerusakan berat dan dinyatakan tidak dapat dilalui sama sekali.

Akibat putusnya akses tersebut, suplai logistik dan kendaraan berat tertahan di sejumlah titik. Pemerintah akhirnya mengalihkan rute bantuan melalui Bandara Rembele sebagai jalur alternatif untuk mempercepat pengiriman logistik mendesak ke wilayah terisolasi.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI