Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Iklim Investasi Bagus, Tiga Perusahaan Asing Serius Cari Migas di Laut Aceh

Iklim Investasi Bagus, Tiga Perusahaan Asing Serius Cari Migas di Laut Aceh

Jum`at, 12 Juli 2019 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Seremoni Kuliah Umum Pengenalan Industri Hulu Migas yang diadakan Universitas Almuslim Bireuen, Rabu (10/7/2019). [FOTO: IST]

DIALEKSIS.COM | Bireuen - Aceh dinilai sudah memiliki iklim investasi yang bagus. Sehingga saat ini, tiga perusahaan asing serius mencari sumber cadangan minyak dan gas (migas) di laut dalam Aceh.  

"Iklim investasi di Aceh sangat baik sekarang. BPMA akan memastikan bahwa operasi perusahaan migas dapat membawa kemajuan bagi Aceh. Kita harapkan pengeboran Repsol bisa berkontribusi bagi ekonomi lokal," kata Humas Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Achyar Rasyidi.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kuliah umum Pengenalan Industri Hulu Migas yang diadakan Universitas Almuslim Bireuen, Rabu (10/7/2019). Selain dari BPMA, acara ini juga menghadirkan perwakilan Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) Wilayah Sumbagut, Yanin Kholison.

Achyar Rasyidi dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan hulu migas akan berkontribusi pada penciptaan multi efek ekonomi bagi masyarakat Aceh. Dengan kehadiran tiga perusahaan internasional yaitu Mubadala Petroleum, Repsol, dan Premier Oil akan terbuka lapangan kerja baru.

Menurut Achyar, sejak 2016, Repsol berkoordinasi dengan BPMA untuk masuk ke Aceh. Setelah perusahaan asal Spanyol ini cukup yakin, Repsol juga menggandeng Mubadala Petroleum (Uni Emirat Arab) dan Premier Oil (Inggris) mengeksplorasi potensi migas di Aceh.

Yanin Kholison, perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, menyampaikan bahwa Repsol, Premier Oil, dan Mubadala Petroleum akan berinvestasi di bidang hulu migas di lepas pantai Bireun, Pidie Jaya, dan Pidie, tepatnya di wilayah kerja Andaman I, II, dan III pada perairan Selat Malaka.

Menurut Yanin, Repsol telah selesai melakukan seismic 3D di Andaman III dan rencananya di tahun 2020 akan segera melakukan pengeboran. Sementara Premier Oil dan Mubadala masih dalam tahap joint study di Wilayah Kerja Andaman I dan Andaman II.

Sementara Ibrahim Ahmad, Assisten II Perekonomian dan Pembangunan kabupaten Bireuen dalam sambutannya mewakili Bupati Bireuen menyatakan masyarakat Bireuen sangat terbuka dengan kehadiran para investor ke daerah yang dikenal dengan kuliner Sate Matang ini.

Ibrahim juga berpesan jika perusahaan menemukan cadangan minyak dan gas agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan hulu migas.

"Mahasiswa Almuslim agar mempersiapkan diri belajar sungguh-sungguh agar bisa diterima bekerja di perusahaan migas," kata Ibrahim.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Almuslim, Amiruddin Idris berharap agar kegiatan kerjasama dengan Universitas seperti ini bisa secara kontinyu dilakukan agar pihak kampus mendapatkan wawasan tentang kegiatan hulu migas di Aceh.

Amiruddin memberikan apresiasi untuk BPMA dan SKK Migas yang mempercayakan Almuslim mengadakan kegiatan sosialisasi kegiatan hulu migas di Aceh.

Pembicara lainnya yang turut hadir diantaranya Awalus Sadeq (Premier Oil), Fauzan Arif (Repsol), Adelina Novianti (Repsol) dan dimoderatori oleh Teuku Cut mahmud Aziz salah seorang Dosen Senior Almuslim.

Nurdin Abdurrahman, mantan juru runding MOU Helsinki dan Mantan Bupati Bireuen juga turut hadir. Nurdin saat ini menjabat Kepala Urusan Hubungan Internasional Universitas Almuslim.

Acara ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan akademisi Universitas Almuslim BireuEn dari berbagai lintas program studi.(faj)


Editor :
Makmur Emnur

riset-JSI
Komentar Anda