Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Indonesia Kaya Potensi Agroindustri, Rahmat Fadhil: Kufur Nikmat Kalau Tak Dimanfaatkan

Indonesia Kaya Potensi Agroindustri, Rahmat Fadhil: Kufur Nikmat Kalau Tak Dimanfaatkan

Kamis, 31 Oktober 2019 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Dr. Rahmat Fadhil S.TP M.Sc, pakar pengembangan kawasan menjadi pembicara utama pada Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh HIMAGEO Unsyiah, Selasa (29/10/2019). [Foto: Ist.]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pakar pengembangan kawasan dan agroindustri, Dr Rahmat Fadhil STP MSc, mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah potensi agroindustri yang sangat kaya raya. 

Dia menyebut misalnya 39,2 juta dari sekitar 230 juta penduduk Indonesia bergerak di bidang pertanian, memiliki ketersediaan lahan pertanian sebesar 54.572.679 ha.  

Keanekaragaman hayati Indonesia terbesar ke-2 di dunia setelah Brasil, biota laut terbesar nomor 1 di dunia, kemudian posisi Indonesia sebagai perlintasan perdagangan dunia dan iklim tropis dengan luas wilayah kepulauan Indonesia terbesar di dunia.

"Ini adalah anugerah Tuhan yang Maha Dahsyat bagi kita, sungguh kufur nikmat kita bila tidak mengoptimalkan pemanfataanya dengan sebaik mungkin untuk kemaslahatan bangsa dan negara kita," ucap Rahmat Fadhil.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara utama pada Seminar Nasional bertajuk Strategi Pengembangan Agroindustri dari Konteks Lokal Menuju Internasional di Era 4.0 di Gedung Auditorium FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Selasa (29/10/2019). 

Dalam paparannya, Rahmat Fadhil menjelaskan, persoalan global saat ini sudah sangat komplek, salah satunya menyangkut persoalan sektor pangan yang menjadi masalah masyarakat dunia.

Menurut dia, konflik politik dunia saat ini juga disebabkan oleh perebutan sumber-sumber pangan di berbagai belahan bumi.

"Pertambahan penduduk, konflik satu negara menyebabkan perpindahan masyarakat ke negara lain, keterbatasan sumber daya alam, pertambangan, air, energi dan lain sebagainya, merupakan sumber-sumber kegaduhan dunia hari ini", tambah Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah itu.

Khusus Indonesia yang berada di kawasan tropis memiliki beberapa keunggulan pada sektor pertanian.

"Potensi ini menjadi incaran negara-negara luar untuk menguasai sektor-sektor pertanian Indonesia bila kita tidak siap dengan teknologi dan mekanisasi di sektor pertanian ini," kata doktor lulusan tercepat dengan masa studi 2,5 tahun dalam bidang Teknologi Industri Pertanian di IPB tersebut.

Dia menyebut Provinsi Aceh memiliki komoditi unggulan pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Ini merupakan sumber pangan utama yang harus dijaga baik dari segi kuantitas dan kualitas.  

"Aceh memiliki kopi arabika terbaik di dunia, namun brand kopi yang kita miliki belum sepenuhnya dapat kita kuasai secara permanen," ujarnya.

Kopi Aceh saat ini menjadi komoditi terbaik yang sangat diminati, namun ketika melihat pada sektor bisnis, lisensi produk maupun sektor penjualan masih didominasi pihak luar.

"Nah, ini menjadi tantangan kita semua untuk kita perbaiki ke depannya", tambah pakar pengembangan kawasan dan agroindustri itu.

Adapun seminar nasional itu dirangkai dengan kuliah umum yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMAGEO). Ini juga salah satu kegiatan dari agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VII Perhimpunan Mahasiswa Geografi se-Indonesia. 

Seminar nasional ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan III FKIP Unsyiah dan diikuti oleh mahasiswa Geografi se-Indonesia serta dosen-dosen Geografi se- Aceh, dengan mengangkat persoalan Aceh dalam menyediakan kebutuhan sektor pangan di masa mendatang.(me/rel)



Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda