Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Kompak Konservasi Bahari Berhasil Tetaskan 78 Telur Penyu Sisik di Sabang

Kompak Konservasi Bahari Berhasil Tetaskan 78 Telur Penyu Sisik di Sabang

Selasa, 20 Januari 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kelompok Masyarakat (Pokmas) KOMPAK Konservasi Bahari berhasil menyelamatkan dan menetaskan puluhan telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di pesisir Pantai Gampong Ie Meulee, Jurong Keuramat, Kota Sabang. Dokumen untuk dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kelompok Masyarakat (Pokmas) KOMPAK Konservasi Bahari berhasil menyelamatkan dan menetaskan puluhan telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di pesisir Pantai Gampong Ie Meulee, Jurong Keuramat, Kota Sabang. 

Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya konservasi satwa laut dilindungi berbasis masyarakat di wilayah tersebut.

Sarang penyu sisik tersebut pertama kali ditemukan pada 12 November 2025. Dari total 98 butir telur yang berhasil dievakuasi dan diamankan, 78 telur berhasil menetas, 15 telur mengalami kerusakan atau gagal menetas, sementara 5 telur lainnya belum menetas hingga masa pemantauan berakhir. Hingga 20 Januari 2026, sebagian besar telur telah menetas dengan kondisi tukik yang dinilai sehat.

Ketua KOMPAK Konservasi Bahari, Muhammad Habibi, mengatakan kegiatan penyelamatan dan penetasan ini dilakukan secara mandiri oleh kelompok, dengan pendampingan dari penyuluh perikanan bantu Kota Sabang.

"Ini merupakan kegiatan mandiri kelompok KOMPAK yang didampingi oleh penyuluh perikanan bantu Kota Sabang sebagai bentuk kolaborasi dalam penyelamatan penyu di Kota Sabang,” ujar Habibi.

Ia menjelaskan, proses evakuasi telur dilakukan secara hati-hati untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat predator, aktivitas manusia, maupun faktor lingkungan. 

Telur-telur tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi penetasan semi-alami yang telah disiapkan dan dikelola oleh KOMPAK Konservasi Bahari.

“Pemantauan dilakukan secara rutin untuk menjaga suhu, kelembapan, serta keamanan sarang. Seluruh proses kami catat dan dokumentasikan sebagai bagian dari laporan kegiatan konservasi,” tambahnya.

Penyu sisik merupakan salah satu spesies penyu yang dilindungi dan berstatus terancam punah. Populasinya terus mengalami penurunan akibat perburuan ilegal, degradasi habitat, serta tekanan aktivitas manusia di kawasan pesisir. 

Oleh karena itu, penyelamatan telur dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan peluang hidup penyu sejak fase awal.

Selain bertujuan melindungi satwa laut, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya menjaga ekosistem pantai. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan konservasi penyu dalam jangka panjang.

KOMPAK Konservasi Bahari berharap dukungan terhadap upaya pelestarian penyu di Kota Sabang semakin luas. Kegiatan tersebut juga menjadi contoh praktik baik kolaborasi masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati laut.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perlindungan penyu dan habitatnya di wilayah pesisir. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan,” tutup Habibi.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI