DIALEKSIS.COM | Pidie Jaya - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala melalui Program Mahasiswa Berdampak terus mendorong penguatan ekonomi desa di Gampong Meunasah Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Melalui dua kegiatan berbeda--penanaman kacang kedelai dan pelatihan pembuatan brownies--mahasiswa bersama warga berupaya membangun fondasi usaha produktif berbasis potensi lokal.
Kegiatan penanaman kacang kedelai dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, di lingkungan Meunasah Gampong Meunasah Dayah Usen. Penanaman ini menjadi langkah awal yang bersifat simbolis dalam memperkenalkan potensi bahan baku lokal untuk produksi olahan masyarakat, seperti keripik tempe.
Sebelum proses penanaman, mahasiswa KKN menyiapkan media tanam berupa campuran tanah dan kotoran lembu. Selanjutnya, mahasiswa bersama ibu-ibu gampong mengisi polibag dan menanam benih kedelai secara gotong royong.
Salah seorang mahasiswa KKN, Balqis Thahira menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari perencanaan jangka panjang penguatan UMKM desa.
“Penanaman kedelai ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan bahan baku yang nantinya bisa diolah menjadi produk seperti keripik tempe. Kami ingin masyarakat melihat bahwa lahan di sekitar meunasah juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Antusiasme ibu-ibu gampong terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka terlibat aktif mulai dari persiapan media tanam hingga proses penanaman. Setelah itu, mahasiswa dan warga bersama-sama membuat pagar pembatas sederhana untuk melindungi tanaman agar dapat tumbuh optimal.
Mahasiswa berharap, jika berhasil, penanaman kedelai ini dapat berkelanjutan dan menjadi sumber bahan baku tetap bagi pengembangan produk olahan desa.
Tiga hari berselang, Kamis, 13 Februari 2026, mahasiswa KKN kembali menggelar kegiatan pemberdayaan berupa pelatihan pembuatan brownies di Meunasah Dayah. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu diikuti ibu-ibu gampong dalam suasana penuh keakraban.
Pelatihan ini turut dihadiri dosen pembimbing lapangan, Dina Amalia, S.Psi., M.Sc., yang terlibat langsung dalam praktik bersama warga. Ia memberikan arahan mulai dari pengenalan bahan, teknik pencampuran adonan, hingga proses akhir sebelum pemanggangan.
Menurut Dina Amalia, pelatihan tersebut merupakan bentuk pembelajaran kewirausahaan sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang memasak, tetapi bagaimana ibu-ibu bisa melihat peluang usaha dari keterampilan yang dimiliki. Harapannya, ini bisa menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha rumahan yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Partisipasi ibu-ibu berlangsung aktif. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga langsung mempraktikkan setiap tahapan pembuatan brownies.
Diskusi ringan pun dilakukan terkait peluang pemasaran, mulai dari penjualan di lingkungan sekitar, kegiatan desa, hingga sistem pesanan.
Salah seorang warga, Ibu Sa’adah, mengaku senang dan mengapresiasi pelatihan pembuatan brownies yang digelar mahasiswa KKN.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah ilmu dan wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu Gampong Meunasah Dayah Usen. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Meski bukan produk utama dalam program KKN yang berfokus pada pengembangan keripik tempe berbasis kedelai, pelatihan brownies menjadi bagian penting dalam pembekalan keterampilan produksi makanan olahan.
"Dengan modal terjangkau dan proses yang sederhana, brownies dinilai berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan, sementara penanaman kedelai diarahkan untuk membangun rantai produksi yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir," ujarnya.