DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kota Banda Aceh kembali mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan itu terjadi pada berbagai jenis minyak goreng, mulai dari minyak curah hingga minyak kemasan subsidi maupun non subsidi.
Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang maupun masyarakat karena dinilai semakin menambah beban ekonomi di tengah situasi daya beli yang masih lemah.
Pantauan di kawasan Pasar Lamdingin, Banda Aceh, harga minyak goreng curah kini dijual mencapai Rp22 ribu per liter. Padahal sebelumnya minyak curah masih berada di kisaran Rp20 ribu per liter. Sementara minyak goreng subsidi merek Minyakita juga mengalami kenaikan dari Rp17 ribu menjadi Rp19 ribu per liter.
Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan premium. Minyak goreng merek Sunco ukuran dua liter kini dijual Rp47 ribu, sedangkan ukuran satu liter mencapai Rp25 ribu. Untuk merek Bimoli, ukuran dua liter dijual Rp44 ribu dan ukuran satu liter berada di harga Rp24 ribu.
Salah seorang pedagang di Pasar Lamdingin, Zahran, mengatakan kenaikan harga minyak goreng sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk melemahnya kondisi ekonomi serta naiknya nilai dolar.
“Ini sudah lama terjadi sejak dolar makin naik. Harga barang-barang ikut naik semua,” kata Zahran saat ditemui media dialeksis.com, Minggu (27/5/2026) di Pasar Lamdingin, Banda Aceh.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini juga sedang sulit sehingga banyak pembeli mulai mengurangi jumlah belanja mereka, termasuk untuk kebutuhan pokok seperti minyak goreng.
“Ekonomi sekarang memang sangat susah. Pembeli juga banyak yang mengeluh karena harga terus naik,” ujarnya.
Tidak hanya soal harga, Zahran juga mengaku kerap kesulitan mendapatkan pasokan minyak goreng curah maupun Minyakita. Padahal kedua jenis minyak tersebut paling banyak dicari masyarakat karena harganya relatif lebih murah dibanding minyak kemasan premium.
“Kadang minyak curah dan Minyakita juga susah didapat. Tidak selalu ada barangnya,” katanya.
Menurut Zahran, kondisi itu membuat pedagang serba sulit. Di satu sisi mereka harus mengikuti harga distributor yang terus naik, namun di sisi lain masyarakat juga menuntut harga tetap terjangkau.
Ia berharap pemerintah dapat segera mencari solusi agar harga minyak goreng kembali stabil dan pasokan barang di pasar tidak lagi langka. Menurutnya, kestabilan harga sangat penting agar masyarakat kecil tidak semakin terbebani.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah supaya harga bisa stabil lagi dan barang juga mudah didapat,” harapnya. [nh]