Jum`at, 04 September 2026
Beranda / Ekonomi / Sidak Pasar Meulaboh, Harga Ayam Broiler Naik Jelang Maulid

Sidak Pasar Meulaboh, Harga Ayam Broiler Naik Jelang Maulid

Rabu, 02 September 2026 07:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Selasa (1/9/2026). [Foto: Prokopim Abar]


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Selasa (1/9/2026).

Dari hasil pemantauan, harga ayam broiler menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan. Pemkab Aceh Barat menyebut kenaikan tersebut dipengaruhi tingginya harga dari perusahaan pemasok serta meningkatnya permintaan menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sidak tersebut dilakukan Bupati Aceh Barat yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat, Wistha Nowar, bersama Dinas Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop UKM), serta Bulog.

Wistha mengatakan, kegiatan itu merupakan tindak lanjut arahan Bupati Aceh Barat untuk memantau sekaligus mengendalikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran.

“Ada beberapa komoditas yang kita cek perkembangan harganya hari ini, pertama harga daging kerbau atau sapi, ayam, telur ayam, minyak goreng, beras, kemudian gula dan beberapa bumbu dapur,” kata Wistha.

Menurut dia, secara umum harga sejumlah kebutuhan pokok masih relatif terkendali. Namun, harga ayam broiler tercatat mengalami kenaikan.

Berdasarkan hasil diskusi dengan pedagang, kenaikan harga ayam broiler salah satunya disebabkan tingginya harga yang ditetapkan perusahaan inti kepada pemegang delivery order (DO).

Selain itu, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Maulid di Aceh Barat turut mendorong kenaikan harga ayam broiler.

“Pertama memang harga yang ditetapkan dari perusahaan inti itu memang sudah cukup tinggi yang diterima oleh pemegang DO, dan Maulid di daerah kita sehingga harga ayam broiler mengalami peningkatan,” ujar Wistha.

Harga Beras dan Telur Masih Wajar

Sementara itu, harga beras di Pasar Bina Usaha Meulaboh masih berada dalam batas kewajaran.

Wistha mengatakan, Pemkab Aceh Barat memberikan toleransi harga sebesar 5 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Terlebih, saat ini sejumlah wilayah mulai memasuki musim panen sehingga harga beras cenderung mengalami penurunan.

Untuk telur ayam, harga juga masih dinilai wajar. Berdasarkan hasil pemantauan, pedagang menerima telur dengan harga sekitar Rp 49.500 per papan dan menjualnya rata-rata Rp 52.000 per papan.

Adapun harga cabai merah berada di kisaran Rp 52.000 hingga Rp 60.000 per kilogram.

“Untuk harga telur juga masih dalam batas yang wajar, tadi kita cek mereka menerima harga di Rp 49.500 per papan dan mereka jual rata-rata Rp 52.000 per papan. Harga cabai merah mereka jual di harga Rp 52.000 sampai Rp 60.000 per kg,” kata Wistha.

Pemkab Siapkan Langkah Stabilkan Harga

Wistha menegaskan, Pemkab Aceh Barat akan terus mengingatkan para pedagang agar mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, sejumlah komoditas telah memiliki HET dan batas toleransi harga yang perlu diperhatikan oleh pedagang.

Selain melakukan sidak, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah. Pemkab Aceh Barat juga tengah memberikan subsidi khusus untuk komoditas gula.

“Untuk menstabilkan harga ada beberapa instrumen yang telah dilakukan pemerintah selain sidak, salah satunya adalah pasar murah dan saat ini kita sedang melakukan subsidi khusus untuk gula yaitu sebanyak kurang lebih 40 ton,” ujar Wistha. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub