Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Nasional / Jokowi Ingin Bangun Transportasi Tanpa Supir di Ibukota Baru

Jokowi Ingin Bangun Transportasi Tanpa Supir di Ibukota Baru

Kamis, 16 Januari 2020 15:27 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: BBC Indonesia


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membangun ibu kota baru dengan sistem transportasi modern, canggih, namun tetap ramah lingkungan. Gagasannya mengarah pada sistem transportasi tanpa supir atau kendaraan otonom (autonomous vehicle).

"Saya memiliki mimpi besar agar ini menjadi ibu kota negara pertama yang transportasi massalnya dan pribadinya pakai electrical car dan autonomous vehicle, sehingga semua murah," kata Jokowi, Rabu (15/1).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengaku akan berupaya mewujudkan mimpi kepala negara. Saat ini, masing-masing kementerian tengah mengkaji penerapan electrical car dan autonomous vehicle di beberapa negara di dunia agar bisa menjadi contoh bagi Indonesia.

"Keinginan kami seperti itu, tentu nanti infrastrukturnya akan mengikuti, tetapi saya tidak bisa katakan sekarang. Bentuknya seperti apa, itu banyak yang bisa ditiru," ujar Suharso.

Sayangnya, Suharso mengaku belum bisa menjelaskan seperti apa skema pembangunan sistem transportasi tersebut. Namun, ia mengatakan ada beberapa pihak yang sejatinya ingin membantu Indonesia mengembangkan sistem transportasi tersebut.

Salah satunya, Softbank, perusahaan telekomunikasi dan media asal Jepang. Namun, ketertarikan Softbank memang belum dinyatakan dalam bentuk sebuah komitmen.

"Softbank ingin bentuknya seperti penyediaan autonomous vehicle, tapi ini masih kami lihat karena pelaku industri di autonomous vehicle masih terbatas," ungkapnya.

Di sisi lain, Suharso mengatakan pemerintah juga tengah melihat kecocokan rencana pembangunan sistem transportasi tersebut dari segi pembiayaan. Pemerintah, sambungnya, butuh melihat apakah pembangunannya perlu biaya dari APBN atau tidak.

"Karena tentu ada finansial model sendiri, tapi kami belum berpikir sampai ke situ. Model bisnis dan model pembiayaan juga akan kami lihat," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi telah menetapkan lokasi bagi kawasan ibu kota negara yang baru. Ia memilih Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. (Im/CNNIndonesia)


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda