DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan total Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang terdampak banjir di Aceh.
Bantuan tersebut diberikan kepada 956 lembaga melalui dua program, yakni bantuan operasional pendidikan serta bantuan sarana dan prasarana pascabencana.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan bantuan ini diberikan untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan meski sejumlah lembaga terdampak bencana.
"Pemulihan lembaga pendidikan pascabencana membutuhkan dukungan menyeluruh, baik untuk kebutuhan operasional maupun pemulihan sarana dan prasarana," kata Basnang di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Rinciannya, Kemenag menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Pascabencana sebesar Rp15,29 miliar kepada 305 lembaga.
Sementara itu, Bantuan Sarana dan Prasarana Pascabencana mencapai Rp49,94 miliar untuk 651 lembaga. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi gedung, fasilitas belajar, serta sarana pendukung pendidikan, termasuk peralatan teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan demikian, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp65.228.745.140.
Basnang berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara layak.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, pengelola pesantren, dan pemangku kepentingan lainnya agar pemulihan pascabencana dapat berjalan berkelanjutan. [*]