Rabu, 15 Juli 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Jelang Musda Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Kirim Surat Terbuka kepada AHY

Jelang Musda Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Kirim Surat Terbuka kepada AHY

Rabu, 15 Juli 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, bersamaKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam surat tersebut, Nurdiansyah mengungkapkan perjalanan pencalonannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Ia mengaku telah mengantongi dukungan dari 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Aceh setelah lebih dahulu meminta restu kepada Ketua DPP Partai Demokrat yang juga Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

"Pada awal proses Musda, saya terlebih dahulu meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan," tulis Nurdiansyah dalam suratnya.

Menurut dia, bentuk keseriusan mengikuti mekanisme partai juga ditunjukkan dengan membawa para ketua DPC pendukung ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya.

Namun, Nurdiansyah menyebut situasi berubah setelah kepengurusan DPD Partai Demokrat Aceh dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD, Riyan Firmansyah.

Ia mengaku memperoleh informasi dari sejumlah ketua DPC bahwa Teuku Riefky Harsya menghubungi mereka satu per satu untuk mengalihkan dukungan kepada Sayuti Abubakar, yang menurutnya bukan berasal dari kader Partai Demokrat.

Sayuti Abubakar diketahui menjadi salah satu kandidat dalam Musda Demokrat Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Ia merupakan mantan calon anggota DPR RI dari PKB pada Pemilu 2019 dan saat ini menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe. Sebelumnya, Sayuti juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh.

Dalam suratnya, Nurdiansyah mengaku tidak mengetahui alasan di balik perubahan dukungan tersebut.

"Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya," tulisnya.

Ia juga mengungkapkan telah beberapa kali berupaya meminta waktu bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Namun, hingga kini kesempatan itu belum diperoleh.

Meski demikian, Nurdiansyah menegaskan surat terbuka tersebut bukan ditujukan untuk menyalahkan siapa pun maupun mempersoalkan sikap petinggi partai.

"Saya hanya berharap Bapak mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang telah berkarier dari bawah, pernah menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara, membangun dukungan secara terbuka, serta mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik," tulisnya.

Di akhir suratnya, Nurdiansyah menegaskan tetap percaya Partai Demokrat menjunjung tinggi nilai kaderisasi, keadilan, dan kompetisi yang sehat. Ia juga menyatakan akan menghormati apa pun keputusan yang diambil partai.

"Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan Ketua Umum," tutup Nurdiansyah. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI