Senin, 02 November 2026
Beranda / Berita / Aceh / AJI Gelar UKJ ke-110 di Banda Aceh, Semua Peserta Lulus Kompeten

AJI Gelar UKJ ke-110 di Banda Aceh, Semua Peserta Lulus Kompeten

Senin, 02 November 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Angkatan 110 di Banda Aceh selama dua hari mulai 31 Oktober - 1 November 2026 di Gedung Asrama Haji Kelas I Aceh. Foto: dok AJI 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Angkatan 110 di Banda Aceh. Sebanyak 28 peserta berasal dari AJI Banda Aceh dan AJI Bireuen dinyatakan lulus dan berkompeten. 

Uji kompetensi tersebut dilaksanakan selama dua hari mulai 31 Oktober - 1 November 2026 di Gedung Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh. Para peserta di antaranya 5 untuk jenjang muda, 14 madya, dan 9 utama. 

Adapun tim penguji yaitu Ketua AJI Indonesia Nany Afrida, Danu Sukendro, Taufik Budi Wijaya, Adi Warsidi dan Muhammad Hamzah, serta dua penguji magang yakni Uzair dan Agus Rahmat Budiono.

Ketua AJI Banda Aceh, Reza Munawir, mengatakan UKJ merupakan salah satu upaya organisasi untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, kompetensi menjadi aspek penting yang harus dimiliki setiap jurnalis, tidak hanya dalam menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memahami etika, menjaga independensi, serta mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikan kepada publik.

“Uji kompetensi ini bukan sekadar untuk mendapatkan pengakuan atau sertifikat. Lebih dari itu, UKJ menjadi ruang bagi jurnalis untuk mengukur kemampuan, mengevaluasi praktik jurnalistik, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” kata Reza, Senin (2/11/2026).

Reza menjelaskan, selama uji kompetensi yang telah berlangsung selama dua hari tersebut, para peserta mengikuti sejumlah rangkaian ujian hingga praktik sesuai modul yang telah ditetapkan oleh tim penguji. 

"Ada 14 modul, ujiannya berbentuk lisan dan tulisan. Teman-teman juga praktik langsung bagaimana membuat media dan mengelola redaksi untuk menghasilkan produk jurnalistik berkualitas," ujarnya  

Berdasarkan hasil ujian dan praktik tersebut, semua peserta dari tiga jenjang baik muda, madya, dan utama, dinyatakan kompeten. 

"Capaian ini harus menjadi refleksi dan dimaknai sebagai tanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik," tuturnya. 

Sementara itu Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, mengingatkan para jurnalis yang telah dinyatakan kompeten agar tidak menjadikan predikat tersebut sebagai akhir dari proses peningkatan kapasitas diri.

“Predikat kompeten bukan garis akhir. Terus berjuang, upgrade diri, patuhi kode etik, sampaikan kebenaran, dan tetap profesional,” katanya.

Salah seorang peserta UKJ jenjang madya, Subur Dani, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan AJI Banda Aceh tersebut.

Dirinya menilai UKJ menjadi kesempatan bagi jurnalis untuk mengukur kemampuan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai standar profesi kewartawanan.

“UKJ ini memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi kami sebagai jurnalis. Melalui proses pengujian, kami tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam praktik jurnalistik mulai dari mencari, mengolah, hingga menyajikan informasi kepada masyarakat,” katanya. 

Subur Dani berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar jurnalis semakin memahami tanggung jawab profesinya, terutama dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.

“Harapannya, kompetensi yang diperoleh melalui UKJ ini dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Sebab, jurnalis tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus akurat, berimbang, independen, dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI