Logo Dialeksis
rsu bireun
Beranda / Berita / Aceh / Angin Kencang, 34 Rumah di Aceh Tenggara Rusak

Angin Kencang, 34 Rumah di Aceh Tenggara Rusak

Senin, 28 September 2020 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Rumah di Aceh Tenggara rusak setelah diterjang angin kencang (Foto : BNPB)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sebanyak 34 unit rumah di Aceh Tenggara dilaporkan mengalami kerusakan ringan setelah diterjang angin kencang pada Minggu, (27/9/2020). Tak hanya rumah, angin kencang juga merobohkan beberapa pohon hingga ke jalanan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, ada empat desa di Aceh Tenggara yang diterjang angin kencang. Empat desa tersebut yakni, Desa Pedesi dan Desa Terutung Megakhe Asli di Kecamatan Bambel. Kemudian, Desa Lawe Sumur dan Desa Penosan di Kecamatan Lawe Sumur.

"Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, tidak ada korban dalam bencana tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Minggu (27/9/2020).

Raditya mengatakan, TRC BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat setempat terkait adanya laporan rumah rusak serta pohon roboh akibat angin kencang tersebut.

Sementara itu, menurut monitoring prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Provinsi Aceh masih berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang hingga Senin, 28 September 2020, besok.

Dikutip dari Okezone, selain Provinsi Aceh, Raditya mendapat laporan dari BMKG bahwa sejumlah wilayah lainnya berpotensi diguyur hujan disertai angin kencang. Wilayah tersebut yakni, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Melihat adanya prakiraan cuaca yang dapat memicu bencana seperti yang terjadi di Aceh, maka BNPB mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah di daerah dan masyarakat agar dapat meningkatkan kapasitas mitigasi bencana dan mengambil kebijakan yang dianggap perlu, sebagai antisipasi dan pengurangan risiko bencana," ujarnya.

Editor :
Zulkarnaini

Berita Terkait
    BPBD
    riset-JSI
    pna
    Komentar Anda