DIALEKSIS.COM | Redelong - Sekitar 5.000 warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai bertema “Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa” di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Bener Meriah, Senin (24/8/2026).
Apel yang berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB itu dihadiri Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Amran, unsur TNI-Polri, Forkopimda, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan diawali Tari Munalu, kesenian khas Gayo, dan ditutup drama kolosal “Bersatulah Indonesiaku” yang dibawakan Sanggar Sekolah MAN 3 Timang Gajah.
Bupati Tagore Abu Bakar menegaskan, keberagaman suku, bahasa, adat, budaya dan agama merupakan kekuatan bangsa yang dipersatukan oleh identitas Indonesia.
“Tanoh Gayo adalah rumah kita bersama. Mempertahankan kemerdekaan di Bener Meriah bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan gotong royong,” kata Tagore.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Perbedaan, menurut dia, harus diselesaikan melalui musyawarah dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Radio Rimba Raya dan Reje Linge
Tagore juga mengingatkan kembali sejarah Radio Rimba Raya yang berperan menyebarluaskan informasi perjuangan dan keberadaan Republik Indonesia ke dunia internasional.
Menurutnya, Radio Rimba Raya bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga simbol perjuangan dan keberanian dalam mempertahankan Merah Putih. Sejarah tersebut, kata dia, perlu diwariskan kepada generasi muda.
Selain itu, sejarah Reje Linge disebut sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Bener Meriah sekaligus sumber inspirasi untuk menjaga persatuan dan membangun daerah.
Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Amran mengajak masyarakat menjadikan apel tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai peristiwa yang berpotensi memicu perpecahan.
“Jangan mudah terprovokasi dengan kejadian yang mengarahkan kepada perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Ali.
Deklarasi Damai
Puncak kegiatan ditandai pembacaan Deklarasi Damai oleh Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Bener Meriah periode 2026-2030, Rio Arianda Irawan.
Dalam deklarasi tersebut, masyarakat menyatakan komitmen mempertahankan Pancasila dan UUD 1945, menghormati simbol negara, serta menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Masyarakat juga menolak segala bentuk tindakan yang merendahkan simbol dan lambang negara.
Apel kebangsaan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen warga untuk menjaga keamanan serta kerukunan di Bener Meriah. [askara]

