DIALEKSIS.COM | Aceh - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Aceh sejak awal pekan keempat November 2025 memicu banjir dan tanah longsor di 17 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak signifikan terjadi di Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Besar, Aceh Singkil, Langsa, Kota Subulussalam, Pidie, Bireuen, Aceh Barat, Aceh Selatan dan Aceh Tenggara.
Laporan penanganan terbaru BNPB per 28 November 2025 pukul 15.33 WIB menunjukkan ribuan warga terdampak, puluhan desa terendam, dan sejumlah infrastruktur rusak akibat banjir dan longsor yang terjadi hampir merata di wilayah Aceh.
Kondisi Mutakhir di Sejumlah Kabupaten/Kota
Aceh Selatan
Sejumlah wilayah mulai surut. Petugas BPBD terus melakukan asesmen lanjutan pada area yang sebelumnya terendam banjir.
Aceh Tenggara
Kondisi lalu lintas antarposko sudah kembali normal. Pergerakan warga dan bantuan mulai berlangsung lancar.
Kota Subulussalam
Arus banjir masih menggenangi Kecamatan Rundeng. Tanah longsor menghambat akses di beberapa titik sehingga menyulitkan distribusi bantuan.
Gayo Lues
Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan beberapa desa di kawasan Pegunungan Gayo kembali terendam. Jalur Nasional Gayo-Lues mengalami gangguan akibat material longsor.
Aceh Barat
Sejumlah desa di Kecamatan Johan Pahlawan masih digenangi air sejak hujan deras mengguyur sejak sehari sebelumnya.
Aceh Singkil
Banjir meluas ke beberapa kecamatan. Tim BPBD tengah melakukan evakuasi warga di wilayah Sungai Kanan dan sekitarnya.
Aceh Timur
Air mulai surut di beberapa lokasi, namun akses transportasi masih terganggu akibat tanah longsor di Kecamatan Idi Tunong.
Pidie
Beberapa desa kembali terendam akibat hujan susulan. Warga di Desa Tiro masih bertahan di pengungsian.
Aceh Utara
Kondisi masih bergerak dinamis. Debit air sungai meningkat akibat hujan sejak dini hari.
Bireuen
Genangan tinggi masih terjadi di Kecamatan Peusangan dan Peulimbang. Jalan raya Banda Aceh-Medan sempat terputus selama beberapa jam.
Langsa
Longsor terjadi di Kecamatan Langsa Lama dan menutup akses jalan penghubung antar desa.
Banjir Besar Lhoksukon
Wilayah Lhoksukon masih terendam dengan ketinggian air mencapai 70 cm di beberapa titik. Petugas masih melakukan evakuasi warga yang terjebak.
Upaya Penanganan: Mobilisasi Bantuan dan Evakuasi
BNPB bersama BPBD seluruh kabupaten/kota terus mengerahkan peralatan dan personel untuk penanganan banjir dan longsor. Bantuan Presiden RI untuk Aceh telah disalurkan, mencakup 100 karung beras, makanan siap saji, dan kebutuhan dasar; 3 unit ekskavator untuk membuka akses jalan terdampak longsor; Perahu karet untuk evakuasi; dan Logistik tambahan berupa tenda, selimut, matras, dan genset
Di sejumlah wilayah seperti Aceh Barat, Aceh Tenggara, dan Kota Sabang, pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk percepatan distribusi logistik.
Upaya di Kabupaten Terdampak
Aceh Selatan: BPBD melakukan pembersihan material banjir dan membantu warga kembali ke rumah.
Aceh Singkil: Tim reaksi cepat diturunkan untuk evakuasi dan pendataan kerusakan.
Kota Subulussalam: BPBD mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor.
Gayo Lues: Penanganan banjir diprioritaskan pada desa-desa yang terisolasi karena jalan putus.
Banda Aceh: BMKG memperingatkan potensi hujan lebat susulan dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
Pidie Jaya: Penanganan genangan dilakukan secara bertahap di desa-desa pesisir yang terdampak paling parah.
BNPB Imbau Kewaspadaan Tinggi
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi hingga awal Desember. Pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pada wilayah yang mengalami banjir berulang dan desa-desa yang rentan terisolasi akibat longsor. [arn]