Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Bunda PAUD Aceh Ajak Orang Tua Biasakan Anak Makan Ikan Sejak Dini

Bunda PAUD Aceh Ajak Orang Tua Biasakan Anak Makan Ikan Sejak Dini

Senin, 11 Mei 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir foto bersama usai menyerahkan paket alat tulis serta makanan olahan berbahan dasar ikan kepada siswa TK Negeri 11, SD Negeri 20, dan SD Negeri 22 Kota Sabang di Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Senin (11/5/2026). [Foto: Humas Aceh]

DIALEKSIS.COM | Sabang - Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir, mengajak para orang tua untuk membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak dini guna mendukung tumbuh kembang serta meningkatkan kecerdasan otak anak.

Ajakan tersebut disampaikan Marlina saat menyerahkan paket alat tulis dan makanan olahan berbahan dasar ikan kepada siswa TK Negeri 11, SD Negeri 20, dan SD Negeri 22 Kota Sabang di Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Senin (11/5/2026).

Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu mengatakan, ikan memiliki kandungan protein dan nutrisi penting, terutama omega-3, yang sangat berperan dalam perkembangan otak anak. 

"Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk pembentukan jaringan saraf, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, hingga memperkuat imunitas anak,” ujar Marlina.

Ia menjelaskan, protein ikan yang mudah dicerna menjadikannya sumber nutrisi ideal bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Karena itu, ia mendorong para orang tua agar rutin menyajikan menu ikan di rumah sebagai bagian dari pola makan sehat keluarga.

Menurut Marlina, masyarakat Aceh, khususnya di wilayah kepulauan seperti Sabang, memiliki keuntungan karena mudah memperoleh ikan segar dengan harga terjangkau.

“Tidak harus ikan impor yang mahal seperti salmon. Ikan kembung, tuna, sarden, bandeng, hingga lele juga memiliki kandungan protein dan nutrisi yang tinggi,” katanya.

Selaku Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Marlina menegaskan komitmennya untuk terus mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya mencetak generasi Aceh yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ia menilai pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi langkah penting dalam menyongsong visi Generasi Indonesia Emas 2045.

“Jika anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, khususnya dari ikan, maka kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Marlina juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui kuis ringan dan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Marlina mengaku kagum dengan kemampuan siswa di Sabang yang dinilainya memiliki hafalan cukup baik. “Anak-anak Sabang hebat-hebat, hafalan surat pendeknya bagus,” ucapnya sambil memberi semangat kepada para siswa. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI