Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Cegah Kedatangan TKI Ilegal Dari Malaysia, Pol Airud Perketat Operasi

Cegah Kedatangan TKI Ilegal Dari Malaysia, Pol Airud Perketat Operasi

Selasa, 31 Maret 2020 09:26 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Im Dalisah

Direktur Polisi Air dan Udara (Dirpol Airud) Polda Aceh, Kombes Pol Jemmy Rosdiantoro. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejak virus covid-19 mulai mewabah di Indonesia, Polda Aceh telah memperketat pengawasan di daerah pantauan pantai timur di Langsa dan Tamiang untuk mencegah masuknya TKI ilegal dari jalur laut.

"Sejak munculnya wabah ini, Pak Kapolda telah memerintahkan kami untuk memperketat pengawasan pantai timur karena dikhawatirkan TKI ilegal masuk melalui kawasan itu," terang Direktur Polisi Air dan Udara (Dirpol Airud) Polda Aceh, Kombes Pol Jemmy Rosdiantoro kepada Dialeksis.com, Senin, (30/3/2020).

Lebih lanjut Jemmy menegaskan pasca perintah Kapolda Aceh itu, pihaknya telah menerapkan pola pengawasan dan pengamanan berlapis yang melibatkan seluruh unsur terkait.

"Untuk Langsa dan Tamiang, disebut daerah pantauan. Disana ada kekuatan Polres, namanya Satpol Aires, ada juga kapal kita BKO di sana, Ditpol Air, juga ada kapal dari Mabes Polri. Kemudian ada juga kapal Bea Cukai yang selalu bergantian. Semenjak perintah Kapolda itu kita sudah pagar betis daerah itu, kami sebut kekuatan berlapis, ada Polres, Polda, dan Mabes Polri," jelas Jemmy.

Selama ini, kata Jemmy, Polisi Air dan Udara Polda Aceh bersama institusi Bea Cukai terus melakukan patroli bersama, baik air dan udara, sehingga pengawasan di kawasan tersebut sangat ketat.

"Koordinasi kami dengan Bea Cukai cukup baik, bagus sekali bahkan. Untuk patroli pun kita bersama, tidak hanya di laut, patroli udara nya juga disitu. Cukup ketat disana," pungkas dia.

Jemmy mengungkapkan, jalur laut yang selama ini digunakan oleh para TKI telah diidentifikasi oleh pihaknya. Dia menyebutkan hanya ada dua kemungkinan, yakni jalur Port Lang dan Penang.

"Yang dari malaysia ke daerah kita cuma ada dua jalur yang memungkinkan, Port Lang dan Penang. Cuma yang diberitakan selama ini kan tidak melalui daerah itu. Namun walaupun demikian kita tidak menutup mata terhadap adanya kemungkinan jalur lain, tetap kita amankan. Mereka pasti lewatnya ke Langsa atau Tamiang karena lebih dekat. Tapi kalau turunnya di Bireun atau Lhokseumawe jauh banget," ungkap Jemmy.

Terkait pola penanganan yang akan dilakukan jika ditemui adanya TKI ilegal yang melintasi kawasan itu, Jemmy mengakui pihaknya telah mendapat petunjuk dari Kapolri tentang mekanisme penanganannya.

"Kami sudah ada telegram (TR) dari Pak Kapolri berkaitan dengan yang di Batam. Kita pasti tahu dari kapal nelayan. Begitu mereka masuk, kita hadang, tapi tidak kita turunkan dulu. Kita naikkan dulu tim kesehatan ke atas, kemudian kita isolasi dulu mereka di kapalnya, tidak langsung kita turunkan ke darat," beber Jemmy.

Untuk tim kesehatan, diakui oleh dia telah siap. Ada tim Maritim yang di dalamnya terdapat beberapa pihak terkaitnya.

"Disini ada instansi maritim namanya, ada karantina, kesehatan pelabuhan, PDSKP, Bea Cukai, Imigrasi. Koordinasi kita cukup bagus, kita selalu bergerak bersama-sama. Memang kami focus disana untuk Tamiang dan Langsa," ucap Jemmy. (Im)



Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda