Beranda / Berita / Aceh / Cegah Wabah Corona, Polres Tamiang Pantau Rumah TKI dari Malaysia

Cegah Wabah Corona, Polres Tamiang Pantau Rumah TKI dari Malaysia

Minggu, 19 April 2020 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : M. Hendra Vramenia

Wakapolres Aceh Tamiang, Kompol M. Nuzir saat berdiskusi dengan TKI yang baru pulang dari Malasyia. (Foto : Ist)


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Polres Aceh Tamiang memantau kondisi dan mendata para TKI yang pulang dari Malaysia. Pendataan bukan lagi sekadar menyangkut jumlah, tapi juga mengenai kondisi mereka selama menjalani isolasi mandiri.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian menjelaskan saat ini terdapat 38 TKI yang sudah pulang dari Malaysia melalui jalur Medan dan Batam. Setibanya di rumah masing-masing, seluruhnya diwajibkan menjalani isolasi secara mandiri selama 14 hari.

Namun, Kapolres menilai program isolasi ini bisa gagal karena disebabkan kondisi perekonomian sebagian TKI terbilang kurang baik. Sebagian TKI terpaksa ke luar rumah untuk mencari nafkah. “Selama ini kita luput terhadap TKI yang sudah pulang dari Malaysia. Ternyata tidak semua perekonomian mereka bagus sehingga program isolasi bisa tidak berjalan sesuai harapan,” kata Zulhir Destrian.

Secara khusus Kapolres telah meminta seluruh Kapolsek di jajarannya mendata ulang TKI untuk mengetahui kondisi perekonomian. “Setelah didata diketahui ada 30 TKI yang perekonomiannya kurang baik, ini langsung kita sikapi dengan membantu mereka dengan kebutuhan bahan pokok,” jelasnya.

Dijelaskannya para TKI ini tersebar di sejumlah dusun yang terletak di tiga kecamatan yakni Kecamatan Banda Mulia, Bendahara dan kecamatan Seruway. Penyaluran sembako ini pun sudah dilakukan sejak Jumat (17/4) dengan mendatangi masing-masing rumah TKI yang dipimpin Wakapolres Aceh Tamiang Kompol M Nuzir. 

“Selama ada ancaman virus Corona ini dilarang ada kegiatan yang mengumpulkan massa, makanya pendistribusian dilakukan secara door to door,” ungkapnya. 

Zulhir juga kembali mengingatkan warga yang baru pulang dari daerah transmisi Corona segera melapor ke perangkat kampung agar bisa diberi pengawasan selama menjalani isolasi.

Di sisi lain, penjagaan di kawasan pesisir Aceh Tamiang yang dikhawatirkan menjadi pintu masuk dari luar negeri secara ilegal terus dilakukan. Polisi memastikan sejauh ini jalur pesisir tersebut masih steril dan seluruh TKI yang saat ini sudah pulang ke kampung menggunakan jalur resmi, baik dari Medan maupun Batam. (MHV)

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda