Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Cepat Habis, Warga Aceh Minta Kuota Penukaran Uang Baru Ditambah

Cepat Habis, Warga Aceh Minta Kuota Penukaran Uang Baru Ditambah

Selasa, 03 Maret 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Laman penukaran uang pintar.bi.go.id untuk wilayah Provinsi Aceh cepat habis. [Foto: Tangkapan layar media dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejumlah warga di Aceh meminta agar kuota penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 ditambah. Permintaan itu muncul setelah kuota penukaran melalui laman pintar.bi.go.id dinilai cepat habis dan sulit diakses.

Mutia, ibu dua anak asal Banda Aceh, mengaku hingga kini belum berhasil mendapatkan uang baru melalui jalur resmi tersebut. Ia menyebut kondisi tahun ini berbeda dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.

“Tahun lalu masih bebas, bisa akses di lokasi selain Bank Indonesia. Di bank Himbara maupun swasta juga bisa. Sekarang susah sekali, bahkan dibatasi. Makanya kami belum ada yang dapat uang baru,” ujar Mutia kepada media dialeksis.com, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, keterbatasan kuota dan sulitnya akses membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil untuk tradisi berbagi saat Lebaran.

“Kalau bisa kuotanya ditambah atau lokasi penukarannya diperbanyak. Soalnya kebutuhan masyarakat banyak,” katanya.

Mutia juga menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi oknum tertentu untuk menjual jasa penukaran uang baru dengan biaya tambahan.

“Kesulitan seperti ini bisa menjadikan banyaknya oknum justru menjual uang baru. Giliran masyarakat mau akses yang resmi susah dan terbatas,” tambahnya.

Di media sosial, lanjut Mutia, kini ramai tawaran jasa tukar uang baru dengan berbagai pecahan. Ia menyebut pecahan yang ditawarkan mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000 dengan biaya jasa yang dinilai cukup tinggi.

“Pecahan uangnya bebas dari Rp1.000 sampai Rp20.000. Lumayan mahal jasanya,” tuturnya.

Berdasarkan penelusuran Dialeksis.com, salah satu promosi jasa tukar uang baru diunggah melalui akun Instagram bernama Nonastoreee pada Minggu, 1 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menawarkan “Jasa Tukar Uang Lebaran 2026 Periode 2” dengan rincian biaya jasa yang bervariasi tergantung nominal dan pecahan.

Beberapa di antaranya mencantumkan Pecahan Rp50.000 senilai Rp1 juta dikenakan jasa Rp100 ribu. Pecahan Rp20.000 senilai Rp1 juta dikenakan jasa Rp100 ribu. Pecahan Rp10.000 dikenakan jasa Rp100 ribu. Pecahan Rp5.000 senilai Rp500 ribu dikenakan jasa Rp100 ribu. Pecahan Rp2.000 senilai Rp200 ribu dikenakan jasa Rp80 ribu dan Pecahan Rp100.000 senilai Rp100 ribu dikenakan jasa Rp40 ribu.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan bahwa penukaran uang rupiah dilakukan melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.

Ia menjelaskan, periode kedua penukaran uang berlangsung pada 2 hingga 13 Maret 2026. “Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan melalui laman https://pintar.bi.go.id sesuai jadwal dan lokasi yang dipilih. Penukaran secara resmi guna menghindari biaya tambahan dan risiko uang palsu,” ujar Agus.

Menurutnya, periode kedua ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang belum sempat menukar uang pada tahap pertama, terutama untuk keperluan transaksi dan berbagi saat Hari Raya Idulfitri.

Setelah melakukan pemesanan melalui PINTAR BI, masyarakat dapat melakukan penukaran uang fisik pada 2 hingga 13 Maret 2026 sesuai jadwal yang telah ditentukan. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI