Senin, 22 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Di PENAS 2026, Bupati Gayo Lues Dorong Kopi dan Kakao Jadi Prioritas Nasional

Di PENAS 2026, Bupati Gayo Lues Dorong Kopi dan Kakao Jadi Prioritas Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Bupati Gayo Lues, Suhaidi menghadiri pembukaan Pekan Nasional Petani-Nelayan (PENAS) XVI 2026 yang berlangsung di Kompleks Sempurna, Kota Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). [Foto: Prokopim GL]


DIALEKSIS.COM | Gorontalo - Bupati Gayo Lues, Suhaidi menghadiri pembukaan Pekan Nasional Petani-Nelayan (PENAS) XVI 2026 yang berlangsung di Kompleks Sempurna, Kota Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Ajang pertanian terbesar yang digelar dua tahunan tersebut diikuti ribuan petani, nelayan, dan penyuluh dari 38 provinsi di Indonesia.

Pada pembukaan kegiatan, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani adalah fondasi kedaulatan bangsa. Pemerintah pusat akan terus memperkuat dukungan anggaran, teknologi, dan akses pasar bagi petani di seluruh Indonesia," ujar Wapres Gibran.

Dalam rangkaian kegiatan PENAS XVI 2026, Bupati Gayo Lues secara konsisten mendorong agar pengembangan kopi dan kakao menjadi prioritas nasional. Menurutnya, kondisi tanah dan iklim dataran tinggi Aceh, khususnya Kabupaten Gayo Lues, memiliki keunggulan yang sangat potensial untuk pengembangan kedua komoditas tersebut.

"Kita memang prioritas utamanya adalah kopi. Alhamdulillah itu sudah berjalan dengan baik. Pengembangan kopi menjadi isu strategis nasional pada acara PENAS tahun 2026. Ini momentum yang tepat untuk mengangkat suara petani kopi dari daerah," kata Bupati Gayo Lues.

Selain kopi, Bupati juga menyoroti perkembangan komoditas kakao yang mulai dikembangkan di Gayo Lues dalam tiga tahun terakhir. "Kakao dan kopi bisa jadi pasangan komoditas strategis. Tanahnya cocok, pasarnya ada. Yang kurang hanya dukungan infrastruktur dan pelatihan pascapanen," tambahnya.

Sebagai bagian dari promosi potensi daerah, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membawa sampel Kopi Gayo Arabika dan cokelat artisan berbahan kakao lokal untuk dipamerkan di Anjungan Aceh. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan pembeli (buyer) nasional maupun internasional yang menghadiri PENAS XVI 2026.

Bupati berharap penetapan kopi sebagai isu strategis nasional dapat diikuti dengan penguatan dukungan pemerintah pusat, mulai dari peningkatan anggaran, program peremajaan kebun, hingga pengembangan hilirisasi produk. 

"Kalau hilirisasi jalan, petani tidak lagi hanya jadi penjual biji mentah. Nilai tambahnya tinggal di desa," tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gayo Lues didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues, Abdul Hakim, Kepala Bidang Perkebunan Ridwansyah, serta para penyuluh dan rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes