Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Dishub Aceh: Mayoritas Penumpang Kapal ke Sabang Saat Lebaran adalah Wisatawan

Dishub Aceh: Mayoritas Penumpang Kapal ke Sabang Saat Lebaran adalah Wisatawan

Selasa, 31 Maret 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Petugas sedang merapikan motor penumpang di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Arus penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan, Sabang mengalami peningkatan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Lonjakan ini bukan semata karena arus mudik, melainkan didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan momen Lebaran untuk berwisata ke Pulau Weh.

Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil, mengatakan tingginya mobilitas penumpang pada masa libur Lebaran tahun ini sebagian besar berasal dari wisatawan yang ingin menikmati liburan di Sabang.

“Kalau kita lihat dari total penumpang, hampir 70 persen itu berlibur, bukan mudik. Mereka memanfaatkan momen Lebaran untuk berwisata ke Sabang,” kata Husaini kepada media dialeksis.com, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah memfasilitasi program mudik gratis bagi masyarakat melalui tiket kapal yang disediakan negara. Namun fasilitas tersebut lebih banyak dimanfaatkan oleh pemudik, bukan wisatawan.

Menurut Husaini, pada program tersebut pemerintah menyediakan sekitar 2.500 tiket kapal cepat dan lebih dari 500 tiket kapal lambat untuk membantu masyarakat yang pulang kampung saat Lebaran.

“Tiket gratis itu memang diperuntukkan bagi pemudik. Sedangkan yang berlibur ke Sabang umumnya sudah memesan tiket secara online jauh-jauh hari,” ujarnya.

Husaini mengungkapkan, wisatawan yang menyeberang ke Sabang tidak hanya berasal dari Aceh, tetapi juga dari berbagai daerah di luar provinsi. Sebagian besar merupakan perantau yang pulang kampung ke Sumatra dan kemudian melanjutkan perjalanan wisata ke Sabang.

Ia menyebut wisatawan datang dari sejumlah daerah seperti Sumatra Utara, Jambi, hingga Pekanbaru. Bahkan ada juga pengunjung yang berasal dari Pulau Jawa.

“Banyak juga yang datang dari luar Aceh. Mereka mudik ke Sumatra, lalu lanjut berlibur ke Sabang. Jadi kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah juga cukup banyak kita lihat di pelabuhan,” jelasnya.

Fenomena tersebut, kata Husaini, menunjukkan bahwa Sabang masih menjadi destinasi favorit masyarakat Aceh ketika momen libur panjang seperti Idulfitri.

“Kalau di Aceh orang liburan Lebaran biasanya ya ke Sabang. Destinasi lain ada, tapi Sabang tetap yang paling ramai,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa libur Lebaran, operator kapal menambah jumlah perjalanan kapal dari dan menuju Sabang.

Pada masa normal, penyeberangan hanya melayani sekitar dua trip kapal per hari. Namun saat puncak arus libur Lebaran, jumlah perjalanan meningkat signifikan.

“Pada puncaknya kapal lambat bisa sampai lima trip, sementara kapal cepat sampai enam trip per hari,” ujar Husaini.

Namun setelah puncak arus liburan mulai menurun, jumlah perjalanan kembali disesuaikan. Saat ini penyeberangan rata-rata melayani sekitar empat trip kapal cepat per hari.

“Sekarang sudah mulai turun dari puncaknya. Saat ini rata-rata sekitar empat trip per hari,” katanya.

Dari sisi jumlah penumpang, Husaini menyebut mobilitas harian berkisar sekitar dua ribu orang setelah puncak liburan. Namun pada hari-hari tertentu jumlahnya bisa mencapai empat hingga enam ribu orang jika dihitung dari keberangkatan dan kedatangan.

Husaini memastikan seluruh petugas dan fasilitas di Pelabuhan Ulee Lheue telah disiapkan untuk melayani lonjakan penumpang selama masa libur Lebaran.

UPTD Pelabuhan juga telah melakukan berbagai rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti kepolisian, KSOP, serta otoritas pelabuhan untuk memastikan operasional berjalan lancar.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan pelayanan penyeberangan berjalan baik selama masa angkutan Lebaran,” katanya.

Selain itu, pengelola pelabuhan juga telah menerapkan sistem digitalisasi tiket serta penggunaan kartu elektronik untuk mempermudah proses masuk kendaraan ke area pelabuhan.

Husaini mengimbau masyarakat agar membeli tiket lebih awal secara daring serta memastikan saldo kartu elektronik sebelum memasuki area pelabuhan guna menghindari antrean panjang.

“Kami minta penumpang memastikan sudah punya tiket dan saldo e-money sebelum masuk pelabuhan. Jadi prosesnya bisa lebih cepat dan tertib,” ujarnya.

Dalam pengawasan operasional, Husaini menegaskan pihaknya sangat menekankan aspek keselamatan pelayaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan seluruh penumpang tercatat dalam manifest kapal.

Menurutnya, data manifest sangat penting untuk kebutuhan keselamatan dan asuransi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami selalu mengimbau penumpang agar membeli tiket resmi supaya namanya tercatat dalam manifest kapal. Jika terjadi sesuatu, datanya jelas dan penumpang juga terlindungi oleh asuransi,” jelasnya.

Ia juga memastikan tidak ada praktik calo tiket ataupun premanisme di kawasan pelabuhan selama masa angkutan Lebaran.

“Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada penumpang yang protes terkait pelayanan. Kalau ada masukan tentu kami terbuka untuk memperbaiki,” katanya.

Meski demikian, ia tetap optimistis Sabang memiliki daya tarik wisata yang kuat, terutama untuk aktivitas bahari seperti snorkeling, diving, hingga wisata melihat lumba-lumba.

“Kalau untuk snorkeling, diving, dolphin trip itu sangat bagus. Potensi wisatanya besar,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI