Beranda / Berita / Aceh / Diskominsa Aceh Bahas Potensi Lain Tujuan Wisata Sabang

Diskominsa Aceh Bahas Potensi Lain Tujuan Wisata Sabang

Jum`at, 13 September 2019 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: Diskominsa Aceh

DIALEKSIS.COM | Sabang - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh membahas dan berdiskusi dengan pelajar SMA dan masyarakat kota Sabang tetang Jaring Opini Publik potensi lain tujaun wisata Sabang di Zero Cafe Pantai Kasih, Jumat (13/9/2019).

Acara ini disiarkan langsung oleh Radio Jati FM dan Radio Citis Aceh FM Lhkokseumawe. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang Faisal dan Praktisi Media Risman A. Rahman.

Menurut Faisal sabang secara nasional pengakuan oleh Kementerian adalah marine tourism dari wisata bahari, dimana secara mutlak oleh Sabang sebagai kawasan strategi pariwisata nasional (KSPN), karena under water-nya termasuk kategori yang layak untuk dieksplor.

Faisal menyebutkan, Sabang disebut sebagai marine tourism karena mempunyai 22 spot diving yang dikategorikan terbaik di dunia. Dengan program itu, Pemerintah Pusat mengatakan Sabang adalah tujuan pariwisata minat kusus yaitu kegiatan diving.

"Tapi tidak terlepas dari diving saja, kegiatan bahari ini banyak pengembangan-pengembangan yang kita perubaharui seperti yang sudah dikenal sebagai tempat singgahnya kapal persiar," katanya.

Dalam setahun ada sekitar 12 sampai 15 yang sudah jadi pelopor yang singgah ke Sabang. Lebih fenomenal lagi tahun ini ada kegiatan yang namanya freediving yaitu kegiatan olahraga extreme yang tidak memakai alat batu, lokasinya di Indonesia dua terdalam yaitu Balohan Sabang dan Lombok.

"Kegiatan itu sangat diminati oleh masyarakat kususnya wisatwan tingkat dunia, bulan November nanti akan diadakan kejuaraan International Freediving di Sabang," sebutnya.

"Sisi paling menonjol adalah bahari, tapi sekarang melalui Kementerian Desa kita sudah mulai meningkatkan kemampuan desa-desa untuk mengexplore. Tujuannya supaya menjadi tempat wisata sehingga meningkatkan pemanfaatan dan pendapatan atau kemakmuran masyarakat desa di sektor pariwisata," kata Faisal.

Risman mengatakan potensi itu satu fungsi saja, hari ini kalau ditanya antusias masyarakat kota Sabang berbicara tentang dirinya sendiri lebih luar biasa, "kalau masyarakat yang hadir pada acara ini menyimak dan itu salah satu ciri orang yang sangat peka terhadap pembahasan tentang dirinya," katanya.

Menurut Risman, sekarang bagi media gampang saja untuk menulias atau mempercantik sebuah tulisan untuk membuat orang menarik tentang pariwisata.

"Tapi kalau masyarakatnya sendiri tidak memberi jawaban sebagai mana yang ditulis oleh media maka menjadi petaka," katanya.

Karena itu kunci dari Sabang atau dimanapun tanah pariwisata itu ada pada masyarakatnya.

"Tanda-tanda kemajuan di Sabang sudah ada dimulai dari pelabuhan tidak ada lagi rebutan-rebutan untuk menawarkan jasa transportasi yang lagak preman," pungkas Risman.

Ia menyebutkan, kondisi jalan di Sabang sudah sangat bersih, jadi tanah alamnya itu sendiri sudah menarik apalagi masyarakatnya seperti halnya driver yang ramah dan mampu menjelaskan tentang kota Sabang dan apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah bagaimana antusianya masyarakat semua bisa dijelaskan dengan baik.

"Ini tanda-tanda bahwa Sabang akan menjelang kemajuan yang lebih baik", tutup Risman. (jl/ri)

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda