Beranda / Berita / Aceh / Disperindag Aceh: Harga Daging Naik Dipagi Hari Saja, Sembako Masih Normal

Disperindag Aceh: Harga Daging Naik Dipagi Hari Saja, Sembako Masih Normal

Senin, 19 Juli 2021 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fatur

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM. [Foto: Ist]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Momen lebaran Idul Adha sudah didepan mata. Besok tepatnya, Selasa,(19/07/2021) akan terlaksana hari raya Idul Adha. Tentu momen ini dimanfaatkan oleh semua masyarakat dalam mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari sembako, makanan khas dan lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh (Disperindag) Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM mengatakan kepada Dialeksis.com, Senin (19/07/2021).

“Momen lebaran akan terjadi besok hari, tentu saja masyarakat mempersiapkan segala kebutuhannya,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, di momen ini untuk harga sembako itu masih relatif stabil.

“Bilapun ada kenaikan itu hanya Rp.1000,- atau Rp.2000,- saja bukan kenaikan yang melunjak, dan inikan mau lebaran jadi, kenaikannya cuma di momen lebaran saja, namun untuk harga daging itu memang ada kenaikan yang tinggi,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, untuk harga daging itu normalnya rata-rata di harga Rp.150-140 Ribu, namun kenaikan mencapai Rp.160-165 Ribu keatas, namun harga tersebut berlaku di pagi hari saja, menjelang siang atau sore harga sudah stabil kembali seperti biasa dan rata-rata itu terjadi diseluruh Aceh,” ujarnya.

“Kami sudah menghimbau kepada pedagang untuk tidak menaikkan harga, cuma karena ini momen lebaran (Meugang) dan momen mereka mencari rezeki lebih jadi terjadi kenaikan harga dan itu juga bukan kenaikan yang luar biasa,” katanya.

Ir. Mohd. Tanwier mengatakan, Dan untuk ketersediaan stok sendiri itu selalu ada, jadi jika ada kenaikan harga sebenarnya tidak boleh, kenaikan harga dari sembako dan kebutuhan itu terjadi ketika stok sudah tidak ada atau menipis.

“Harapan dan himbauan kepada masyarakat, tetap utama Protokol Kesehatan (Protkes), dan walaupun ini momen lebaran tetap jaga kesehatan, karena kesehatan itu jauh lebih mahal harganya. Dan mengenai silaturahmi itu dianjurkan, namun tetap jaga norma-norma Protkes yang sudah disampaikan oleh pemerintah,” tutupnya kepada Dialeksis.com. [ftr]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda