Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Berita / Aceh / Dugaan Mafia Tender di Balik Kasus Granat Menimpa Plt Kepala ULP Aceh

Dugaan Mafia Tender di Balik Kasus Granat Menimpa Plt Kepala ULP Aceh

Sabtu, 21 Maret 2020 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indra Wijaya

Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin Dek Gam. [Foto:IST/Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam minta Polda Aceh agar mengusut tuntas kasus pelemparan granat yang menimpa rumah Plt Kepala ULP Aceh Sayid Azhary, yang terjadi, Jumat (20/3/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.

Dek Gam--sapaan akrab Nazaruddin--mengatakan kasus ini akan menjadi tugas pertama Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada yang baru saja bertugas di Aceh.

"Ini tugas pertama bapak Kapolda Aceh yang baru, kasus ini harus selesai diungkap," kata Dek Gam, Sabtu (21/3/2020) di Banda Aceh.

Politisi Partai PAN itu sangat yakin kalau Kapolda Aceh mampu mengusut siapa dalang di balik kasus teror terhadap pejabat Aceh itu. Baginya kasus ini harus menjadi fokus Kapolda Aceh dalam tahun ini.

"Saya yakin bapak Kapolda Aceh mampu mengungkap siapa dalang di balik teror ini," ujar Dek Gam.

Selain itu, Dek Gam mengaku sudah menghubungi langsung Kapolda Aceh, meminta agar kasus tersebut diusut sampai tuntas.

"Saya sudah hubungi Kapolda Aceh meminta agar kasus ini diungkap, dan Kapolda Aceh mengatakan akan mengusut tuntas kasus ini," ujarnya.

Menurutnya, kasus teror seperti itu tidak boleh terjadi lagi di Aceh. Ia juga menyayangkan pihak yang tidak bertanggung jawab yang coba memperkeruh suasana damai Aceh saat ini.

"Sudah cukup kasus teror seperti ini, tidak boleh terjadi lagi, masyarakat tidak perlu takut untuk hal seperti ini, kita percayakan saja kepada Kapolda Aceh untuk mengusut tuntas," kata Presiden klub Persiraja Banda Aceh ini.

Selain itu, ia menduga ada pihah-pihak yang mungkin mengambil keuntungan di balik kasus teror granat tersebut. Apabila kasus ini tidak diungkap, maka akan menjadi pertanyaan besar di tengah-tengah masyarakat.

"Biar masyarakat tidak bertanya-tanya, makanya kasus ini harus diusut tuntas. Semoga kekerasan dan intimidasi di Aceh tidak terulang kembali, dan ini menjadi kasus terakhir," tegas Dek Gam.

Dek Gam bahkan menduga ada mafia tender proyek yang berada di balik kasus teror tersebut. Apalagi rumah yang diteror merupakan orang yang mengatur jalanya proyek di Pemeritnah Aceh.

"Ini akan terus menjadi pertanyaan di masyarakat, makanya Kapolda harus mengungkap kasus ini, dan saya akan mengawal terus kasus ini sampai tuntas," pungkasnya. (IDW)

Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda