Beranda / Berita / Aceh / Gammawar Jadi Program PKK Aceh Untuk Tekan Stunting di Tingkat Gampong

Gammawar Jadi Program PKK Aceh Untuk Tekan Stunting di Tingkat Gampong

Sabtu, 23 September 2023 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Penjabat Ketua TP-PKK Aceh, Ny. Ayu Marzuki, saat memberikan arahan pada pertemuan dengan pengurus PKK Kota Banda Aceh dan PKK Gampong Peuniti dalam rangka monitoring dan pembinaan Gammawar untuk penanganan stunting di Kantor PKK Gampong Peuniti, Banda Aceh, Sabtu, (23/9/2023). [Foto: Humas Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pj. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Ayu Marzuki menjelaskan, pelaksanaan program Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar) kali ini tidak hanya menjadi ajang lomba untuk mencari PKK Gampong terbaik di Aceh. Gammawar menjadi wadah pembinaan dan monitoring penurunan angka stunting di tingkat desa.

“Gampong yang terpilih mengikuti Gammawar adalah gampong yang paling tinggi angka stuntingnya dari setiap kabupaten/kota,” kata Ayu Marzuki, saat berkunjung ke Kantor PKK Gampong Peuniti, Banda Aceh, Sabtu, (23/9/2023).

Tim PKK Gampong Peuniti terpilih mewakili Kota Banda Aceh untuk mengikuti Gammawar tahun ini. Gampong Peuniti terpilih karena berdasarkan data awal tahun 2023, angka stuntingnya paling tinggi dibanding gampong lainnya di Banda Aceh.

Ayu mengatakan, sebagai ibu kota, Banda Aceh menjadi wajah provinsi. Bagus dan tidaknya Banda Aceh mencerminkan kondisi seluruh wilayah yang ada di Aceh. Begitupun dengan kasus stunting, ia berharap angka stunting di Kota Banda Aceh dapat terus diturunkan.

“Saya melakukan survei saat melakukan kunjungan ke daerah, sering kali saya dapati gampong yang memiliki angka stunting tinggi berkorelasi dengan peran aktif PKK,” kata Ayu. “Sering terjadi PKK gampong yang kurang aktif dan kurang mendapat dukungan dana desa, maka di gampong tersebut terdapat angka stunting yang tinggi.”

Ayu menegaskan, Tim PKK Gampong memiliki hak anggaran dari alokasi dana desa untuk penanganan stunting. Oleh sebab itu aparat desa harus menganggarkan dana untuk kegiatan PKK.

Selain itu, istri Pj Gubernur Aceh tersebut juga mengingatkan seluruh pemangku kebijakan di Kota Banda Aceh hingga Gampong Peuniti untuk tidak menyembunyikan data real stunting. Data yang akurat begitu penting agar program penanganan stunting menyasar seluruh balita yang menderita kondisi sakit tersebut.

“Data harus yang paling valid, supaya hak semua balita yang mengalami stunting terpenuhi,” kata Ayu.

Dalam kesempatan itu, Ayu juga menyerahkan bantuan pangan bergizi dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan Dinas Peternakan Aceh untuk Gampong Peuniti.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Gampong Peuniti, Yenny mengatakan, pada saat ditunjuk untuk mengikuti Gammawar ke tingkat provinsi, angka stunting di Gampong Peuniti menjadi yang tertinggi di Banda Aceh. Pada saat itu mencapai 39 anak balita.

“Kami menerima penunjukan ini dan kami berusaha maksimal dengan segala keterbatasan untuk melaksanakan berbagai upaya dan langkah strategis untuk cegah stunting peniti,” kata Yenny.

Yenny menyebutkan, dari angka 39 saat penunjukan, dan saat ini sudah turun menjadi 27 balita berdasarkan data bulan Agustus 2023.

“Dengan dukungan berbagai kalangan, seperti dokter ahli gizi, dinas kesehatan kota, bidan desa, pendamping desa, menjadi langkah positif cegah stunting,” kata Yenny.

Yenny mengatakan, kolaborasi merupakan salah satu kunci keberhasilan penurunan stunting. Bantuan ikan dari dinas perikanan Aceh, pemberian makanan tambahan dan pelayanan medis juga sangat efektif mengurangi kasus stunting dan memberi dampak positif bagi kesehatan anak. []

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda