Kamis, 15 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Gelora Kebangsaan X Hadirkan Kapolda Aceh, Dekan FKIP USK Tekankan Penguatan Karakter Mahasiswa

Gelora Kebangsaan X Hadirkan Kapolda Aceh, Dekan FKIP USK Tekankan Penguatan Karakter Mahasiswa

Kamis, 15 Oktober 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Kuliah Umum Gelora Kebangsaan X dengan menghadirkan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., sebagai narasumber utama pada Kamis (15/10/2026). [Foto: dok. FKIP USK]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Kuliah Umum Gelora Kebangsaan X dengan menghadirkan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., sebagai narasumber utama. 

Kegiatan yang mengusung tema “Demokrasi di Era Algoritma: Menjaga Identitas Bangsa dan Menangkal Hoaks” itu dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Si., di Auditorium FKIP USK, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika tersebut menjadi ruang diskusi mengenai tantangan kebangsaan di era digital sekaligus upaya memperkuat karakter generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

Dekan FKIP USK sekaligus Ketua Panitia, Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Aceh beserta jajaran yang bersedia berbagi wawasan kebangsaan kepada keluarga besar FKIP USK.

Menurutnya, tema Gelora Kebangsaan memiliki relevansi yang sangat penting bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Di tengah perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan dinamika sosial yang semakin kompleks, semangat kebangsaan harus terus dijaga dan diperkuat.

“Nasionalisme tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, ketaatan terhadap hukum, semangat persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai lembaga yang menyiapkan calon guru dan tenaga pendidik, FKIP USK tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki komitmen terhadap masa depan bangsa. Karena itu, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan, dan membangun karakter generasi penerus.

Melalui kuliah umum tersebut, Amiruddin berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai wawasan kebangsaan, penegakan hukum, kedisiplinan, serta peran strategis generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, teguh dalam integritas, dan memiliki komitmen terhadap masa depan bangsa,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Gelora Kebangsaan X menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Kepolisian Republik Indonesia dalam membangun generasi muda yang cinta tanah air, taat hukum, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyampaikan materi kuliah umum kepada mahasiswa FKIP USK. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait demokrasi, kebangsaan, dan tantangan ruang digital.

Amiruddin berharap Gelora Kebangsaan X tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membangkitkan semangat nasionalisme, memperkuat karakter mahasiswa, serta menumbuhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang lebih maju.

“Kepada seluruh mahasiswa, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ikuti kuliah umum dengan penuh perhatian, ajukan pertanyaan secara kritis dan santun, serta jadikan setiap pesan yang disampaikan sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tuturnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI