Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Harapan Rektor Kampus Aceh untuk Kepemimpinan Baru di Universitas Syiah Kuala

Harapan Rektor Kampus Aceh untuk Kepemimpinan Baru di Universitas Syiah Kuala

Selasa, 10 Maret 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra; Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan; dan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Mujiburrahman. [Foto: dok. kolase dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Terpilihnya rektor baru di Universitas Syiah Kuala memunculkan harapan dari sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Aceh. Mereka menilai kepemimpinan baru di kampus terbesar di provinsi itu berpeluang memperkuat kerja sama antaruniversitas serta mendorong kemajuan pendidikan tinggi di daerah. Terkait hal itu secara eksklusif redaksi Dialeksis merangkum harapan baru dari para rektor kampus di Aceh.

Dimulai menghubungi Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., Asean.Eng, mengatakan momentum pergantian kepemimpinan di USK diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi akademik yang lebih luas antarperguruan tinggi di Aceh. Menurut dia, kerja sama riset dan pengembangan ilmu pengetahuan perlu diperkuat agar perguruan tinggi mampu memberi kontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah.

“Sinergi antar kampus penting diperkuat, terutama dalam penelitian dan pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Aceh. Kami berharap kepemimpinan baru USK dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik di tingkat regional,” kata Herman.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si. Ia berharap kepemimpinan baru di USK dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, terutama di wilayah pesisir dan daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Ishak, kolaborasi antaruniversitas dapat memperluas dampak program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu, kerja sama antar kampus perlu terus didorong,” ujarnya.

Selain itu keingian dari Rektor UTU terkenal humble itu menyampaikan USK perlu terus meningkatkan kolobarasi dan bersinergi dengan PT yang relatif muda di Aceh seperti UTU dan UNSAM untuk pembangunan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag., menilai kepemimpinan di perguruan tinggi besar seperti USK memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas akademik sekaligus memperkuat nilai-nilai keilmuan yang berakar pada budaya riset dg tetap memperhatikan aspek kearifan lokal.

Ia berharap kepemimpinan baru di USK mampu memperluas ruang dialog dan kerja sama antarperguruan tinggi, terutama dg UIN Ar-Raniry selaku tetangga dekat USK baik dalam bidang riset, pengembangan akademik, SDM maupun penguatan karakter mahasiswa.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat lahirnya gagasan dan inovasi yang memberi dampak bagi kemaslahatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antar kampus menjadi penting untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi bagi Aceh,” kata Mujiburrahman.

Para rektor itu sepakat, kemajuan perguruan tinggi di Aceh membutuhkan kerja sama yang erat antarinstitusi. Kepemimpinan baru di USK diharapkan dapat menjadi penggerak lahirnya berbagai inisiatif kolaboratif yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan tinggi dan pembangunan daerah. [arn]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI