Kamis, 03 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Hardikda ke-67, Pendidikan Aceh Harus Mampu Lahirkan Generasi Berilmu dan Bermartabat

Hardikda ke-67, Pendidikan Aceh Harus Mampu Lahirkan Generasi Berilmu dan Bermartabat

Rabu, 02 September 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Demisioner Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Ahmad Taisir. Dokumen untuk dialeksis.com. 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Demisioner Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Ahmad Taisir, berharap peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 menjadi momentum untuk melihat kembali arah pendidikan di Aceh.

Ahmad Taisir yang juga mahasiswa Magister Pendidikan mengatakan, kemajuan pendidikan tidak hanya diukur dari fasilitas dan prestasi akademik.

Menurutnya, pendidikan Aceh harus mampu melahirkan generasi yang berilmu, Islami, unggul dan bermartabat.

“Hardikda ke-67 ini harus menjadi momentum untuk melihat kembali arah pendidikan Aceh. Harapan saya, pendidikan Aceh tidak hanya maju dari sisi akademik dan fasilitas, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berilmu, Islami, unggul dan bermartabat,” kata Ahmad Taisir kepada media Dialeksis.com, Rabu (2/9/2026).

Ia mengatakan Aceh memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Sejumlah ulama dan tokoh seperti Syiah Kuala, Hamzah Fansuri dan Nuruddin Ar-Raniri menjadi bagian dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di Aceh.

Menurutnya, semangat keilmuan para pendahulu tersebut perlu diteruskan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Aceh sebenarnya punya tradisi keilmuan yang kuat. Para pendahulu kita sudah menunjukkan bahwa Aceh punya potensi besar dalam ilmu dan pendidikan. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan semangat tersebut sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ahmad juga berharap pendidikan di Aceh semakin merata dan memberikan ruang bagi guru, siswa serta mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam kemajuan pendidikan.

Ia menilai, menghormati jasa ulama dan pahlawan Aceh tidak cukup hanya dengan mengenang nama mereka, tetapi juga dengan meneruskan semangat belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau kita ingin Aceh maju, maka yang paling utama harus kita bangun adalah manusianya,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
pema - damai
dishub