Beranda / Berita / Aceh / Harta Karun Ditemukan Empat Penggali Kubur di Pidie Jaya

Harta Karun Ditemukan Empat Penggali Kubur di Pidie Jaya

Rabu, 02 September 2020 23:55 WIB

Font: Ukuran: - +

[Foto : iNews/Jamal Pangwa]


DIALEKSIS.COM | Pidie Jaya - Warga Pidie Jaya dikejutkan dengan ditemukan harta karun berupa kuno di dalam galian kuburan pada Minggu 30 Agustus 2020 oleh empat orang penggali kubur. Penemuan harta itu di Desa Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

 Imam Masjid Deah Pangwa.Munawir, Rabu (2/9/2020) mengatakan,"Harta karun atau benda kuno berbentuk uang koin ditemukan oleh warga saat menggali kubur di dalam plastik yang sudah rusak dimakan usia, setelah ditemukan lalu dimasukkan ke plastik lain oleh pengali kubur, Kedalaman saat di gali sekitar 70 sentimeter atau sedalam lutut orang dewasa," ungkapnya.

Masih menurut penjelasan Munawir, penemuan pertama kali di kebun kosong milik warga yang digunakan sebagai lahan kuburan milik keluarga Teungku Raden.

Kisah penemuaan harta karun bermula empat orang warga ingin menggali kubur milik almarhum Ainol Mardiah, sang ahli waris Tengku Raden. Saat penggalian di dalamnya ditemukan benda berupa koin uang sebanyak ratusan keping.

"Saat ini benda itu sudah diamankan di rumah saya, saat ditemukan benda itu saya gelisah, dan akhirnya bertanya kepada salah satu ulama Pidie Jaya,H.Muhammad Nasir. Amanah beliau bahwa benda itu bukan harta milik penemu, tapi merupakan milik keluarga pemilik tanah tersebut," jelas Munawir.

Terkait kegelisahan Munawir, makan direncanakan harta karun  akan diserahkan kembali kepada keluarga pemilik tanah atau ahli waris yang masih hidup.

Adapun warga yang menggali kuburan saat itu bernama Bukhari, Rusli, Imran, dan Abdullah, mengaku setelah menemukan harta karun, barang tersebut diamankan di rumah Munawir untuk sementara waktu. Munawir mengamanahkan kepada para penggali kubur itu supaya jangan diberitahukan kepada siapa pun terlebih dahulu.

Kisah serupa dialami warga lainnya yang sempat mengambil sekira tiga koin uang itu, pada malam hari ini nya dia tak bisa tidur, hingga koin itu dikembalikan lagi kepada dia.

Hal menarik diungkapkan Munawir, koin yang di temukan bercampur ada yang bertuliskan Queen Victoria tahun 1883, dan British North Borneo, One Cent tahun 1891, Peso 2T Ferado, serta lainnya dikarenakan koin itu masih berkarat tak bisa di baca jelas tulisannya [Okezone/RI]. 
Keyword:


Editor :
Redaksi

Berita Terkait
    riset-JSI
    Komentar Anda