Beranda / Berita / Aceh / Hasil Ekstrak Daun Ganja Untuk Bahan Parfume: Regulasi Yang menghambat

Hasil Ekstrak Daun Ganja Untuk Bahan Parfume: Regulasi Yang menghambat

Minggu, 05 Juni 2022 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Fathur

Foto: acehtrend.com


DIALEKSIS.COM | Aceh - Beredar isu mengenai hasil ekstrak daun ganja sebagai bahan untuk pembuatan parfume. Sekilas tentang daun ganja, berdasarkan berbagai penelitian yang dikutip dari hellosehat.com, Minggu (5/6/2022), ganja ternyata memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan yang mungkin jarang diketahui banyak orang. 

Dibalik anggapan buruk orang tentang Mariyuana (Ganja), ternyata ada sisi positif atau manfaatnya bagi kesehatan, seperti diantaranya; Mencegah Glaukoma, meningkatkan kapasitas paru, mencegah kejang-kejang karena Epilepsi, mematikan beberapa sel kanker, mencegah nyeri kronis, mengatasi masalah kejiwaan, memperlambat perkembangan alzheimer.

Terkait isu hasil ekstrak daun ganja sebagai bahan parfum ini tentu menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Sebelumnya dikutip dari CNN Indonesia, salah satu perusahaan parfume di Amerika Serikat membuat parfume dengan aroma ganja.

Parfume tersebut merupakan hasil kolaborasi dari Drew Martin dengan perusahaan wewangian Heretic Parfum yang diklaim sebagai wewangian pertama didunia yang diresapi dengan ganja.

Parfum yang diberi nama The Herbalist ini terdiri dari bahan-bahan termasuk Lavender, Hinoki, Lemon, Jeruk dan Daun Pinus. Menurut keterangan dalam unggahan di akun Instagram Drew Martin, bahan parfum tersebut juga termasuk ganja dan alkohol tebu. 

Sementara itu, Sebuah Lembaga Riset Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala menyatakan, jika ada regulasi yang memungkinkan, maka ARC-USK dapat mengekstrak minyak dari daun ganja dan melakukan purifikasi dan isolasi untuk komponen kimia yang diperlukan dari daun ganja. 

“Teknologinya mirip dengan penyulingan nilam, steam extraction,” kata kepala ARC-USK,  Dr Syaifullah Muhammad ST MT berdasarkan keterangannya yang diterima Dialeksis.com, Minggu (5/6/2022).

Ia mengatakan, selanjutnya bisa dilakukan pemisahan senyawa Tetrahidrocanabinol (THC) yang bersifat narkoba dari minyak ganja. 

Kemudian, dirinya menjelaskan, dengan teknologi speration process molecular distillation dan fractionation, senyawa Canabidiol (CBD Oil) yang banyak manfaatnya untuk industri terutama industri kesehatan dapat diperoleh dari daun ganja.

Syaifullah kembali mengatakan, saat ini yang menjadi masalahnya bukan pada teknologi, namun pada regulasi yang ada. 

“Jadi masalahnya bukan pada teknologi, tapi pada regulasi. Kalau regulasi melarang, maka kita tidak mungkin melakukan riset terkait ganja,” pungkasnya. [ftr]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda