Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ini Profil Singkat Tiga Calon Rektor Universitas Syiah Kuala Periode 2026-2031

Ini Profil Singkat Tiga Calon Rektor Universitas Syiah Kuala Periode 2026-2031

Selasa, 13 Januari 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ki-ka: Ketiga calon Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026-2031, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, ASEAN Eng, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., MBA, DBA. [Foto: Kolase media dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 memasuki tahapan selanjutnya. Setelah melalui tahapan pendaftaran dan pemaparan visi, misi, serta program kerja, tiga nama resmi lolos tahap penyaringan dan berhak melaju ke tahap pemilihan akhir.

Ketiga calon rektor tersebut yaitu Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, ASEAN Eng, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., MBA, DBA.

Penetapan ini diumumkan dalam Rapat Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/1/2026).

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd, mengatakan bahwa penetapan tiga calon tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian tahapan penyaringan.

“Ketiga calon rektor telah menyampaikan gagasan, visi, dan program kerja yang komprehensif. Penetapan ini merupakan hasil dari proses seleksi yang transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Rusli Yusuf.

Berdasarkan hasil penelusuran Dialeksis.com, sebelumnya terdapat enam bakal calon rektor USK periode 2026-2031 yang mendaftar. Namun, setelah melalui tahapan evaluasi dan presentasi di hadapan MWA, hanya tiga kandidat yang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap pemilihan akhir.

Berikut profil singkat tiga calon rektor USK yang lolos tahap penyaringan:

1. Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2022-2026, Prof. Marwan, merupakan sosok akademisi teknik dengan rekam jejak panjang di dunia pendidikan tinggi. Lahir di Bireuen pada 24 Desember 1966, ia menamatkan pendidikan sarjana Teknik Kimia di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan meraih gelar doktor bidang Teknik Kimia dari University of Birmingham, Inggris, pada 1998.

Di bawah kepemimpinannya sebagai rektor, USK mencatat sejumlah capaian akademik penting. Salah satunya, peningkatan posisi USK dalam QS World University Rankings 2025 yang menempatkan kampus ini di peringkat ke-15 nasional, naik lima peringkat dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan reputasi akademik USK di tingkat nasional.

Prof. Marwan juga dikenal aktif di level nasional. Ia pernah menjabat sebagai Anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) periode 2006-2012 serta Ketua Komisi Pendidikan Tinggi Majelis Pendidikan Aceh pada 2013-2016.

Namun, masa kepemimpinannya tidak sepenuhnya lepas dari sorotan publik. Pada Oktober 2022, kantor Rektor USK sempat digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka permintaan keterangan terkait kasus korupsi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung dan kehadiran KPK sebatas menjalankan surat tugas.

Selain itu, isu keterlambatan penerbitan ijazah alumni USK tahun 2022 juga sempat mencuat dan menjadi perhatian publik, sebelum pihak kampus menjelaskan bahwa masalah tersebut dipicu kesalahan pendataan pada sistem PDDikti.

Selain itu turut diarahkan pada kebijakan pengadaan barang dan jasa kampus, yang dinilai sebagian akademisi perlu diawasi ketat agar terhindar dari praktik kolusi dan nepotisme. Prof. Marwan juga kembali mencalonkan diri, menjadikannya figur petahana dengan pengalaman kepemimpinan yang kuat.

2. Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU

Wakil Rektor I USK Bidang Akademik periode 2022-2026, Prof. Agussabti, lahir di Aceh Timur pada 8 April 1968. Ia meniti pendidikan tinggi sejak sarjana di Fakultas Pertanian USK dan menyelesaikan pendidikan magister serta doktoral di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pada 2022, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar USK dengan orasi ilmiah tentang kebijakan penyuluhan pertanian berbasis digital.

Karier akademiknya di USK dimulai sejak 1993 dan berkembang konsisten dari level jurusan hingga pimpinan universitas. Ia pernah menjabat Ketua Jurusan Sosiologi Ekonomi Pertanian, Dekan Fakultas Pertanian selama dua periode, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, hingga kini memegang peran strategis sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik.

Di bidang penelitian, Agussabti meraih penghargaan Peneliti Berprestasi Kategori Penelitian Fundamental Sosial dari Kemenristekdikti pada 2005. Kepakarannya juga banyak dimanfaatkan dalam pembangunan daerah Aceh, antara lain sebagai tenaga ahli pemerintah daerah dan BAPPEDA Aceh pada periode 2017-2019.

Dalam beberapa tahun terakhir, Agussabti aktif membawa USK ke berbagai forum internasional, termasuk riset di Jepang, kerja sama akademik dengan Taiwan, serta seminar dan konferensi di Turki, Vietnam, Australia, dan Jerman.

Ia juga terlibat dalam program Erasmus di Yunani. Peran akademik dan manajerialnya turut berkontribusi pada meningkatnya reputasi USK, termasuk masuknya USK dalam pemeringkatan global seperti Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings.

Di luar kampus, Agussabti aktif memimpin dan terlibat dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan, baik di tingkat regional maupun nasional. Dengan pengalaman yang menyeluruh di bidang akademik, tata kelola universitas, serta jejaring nasional dan internasional, Agussabti dipandang sebagai figur calon pemimpin kampus yang komprehensif dan berpengalaman.

Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU dikenal tidak hanya sebagai akademisi Universitas Syiah Kuala, tetapi juga sebagai sosok akademisi religius yang memahami ajaran agama dan nilai-nilai hukum syariat Islam.

Di luar aktivitas kampus, ia kerap dipercaya masyarakat untuk menjadi khatib Khutbah Jumat di berbagai masjid di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Salah satu momen yang mendapat perhatian publik adalah ketika Calon Rektor USK Prof. Agussabti menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 24 Oktober 2025.

3. Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., DBA

Prof. Mirza Tabrani merupakan Guru Besar di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi USK dan dikenal luas sebagai pakar di bidang pemasaran serta pengembangan produk baru. Ia menyelesaikan pendidikan magister dan doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia, setelah sebelumnya meraih gelar sarjana di USK.

Dalam perjalanan kariernya, Mirza pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi USK dan aktif mengembangkan kualitas pendidikan serta riset di bidang manajemen. Rekam jejak akademiknya tercatat dalam profil Google Scholar yang menunjukkan aktivitas riset dan sitasi yang konsisten di bidang ilmu manajemen.

Di luar lingkungan kampus, Prof. Mirza aktif dalam organisasi profesional. Ia menjabat sebagai Ketua Wilayah Aceh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) serta Ketua Komisariat Asosiasi Ekonom Islam Indonesia (IAEI) Universitas Syiah Kuala.

Selain berkarier sebagai Guru Besar Manajemen dan pernah menjabat Dekan Fakultas Ekonomi USK, Mirza sering aktif berkiprah di luar kampus dan menjabat sebagai Komisaris Bank Aceh.

Ketua PPR USK, Prof. Rusli Yusuf, menjelaskan bahwa tahapan pemilihan rektor selanjutnya dijadwalkan pada 2 Februari 2026. Dalam pemilihan tersebut, bobot suara MWA sebesar 65 persen, sementara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) memiliki bobot suara 35 persen.

“Seluruh proses pemilihan, pengesahan, hingga pelantikan rektor ditargetkan rampung sebelum 8 Maret 2026,” jelas Rusli. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI