Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Jelang Idul Adha, DPPKP Banda Aceh Pastikan Keamanan Pangan Aman di Konsumsi Masyarakat

Jelang Idul Adha, DPPKP Banda Aceh Pastikan Keamanan Pangan Aman di Konsumsi Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2020 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Mulyana Syahriyal

Sejumlah buah dan bahan masakan yang dilakukan pengambilan sampel oleh DPPKP Kota Banda Aceh. (Foto: ist/dialeksis.com)

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang hari raya Idhul Adha, Dinas Pangan Pertanian Perikanan dan Kelautan (DPPKP) Kota Banda Aceh memastikan keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat aman dari pestisida dan chlorine (pemutih). 

DPPKP kota Banda Aceh sendiri telah melakukan tes residu pestisida dan chlorine (pemutih) terhadap sejumlah Pangan Segar Asal Tanaman (PSAT) yang beredar di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh.

Kepala DPPKP Kota Banda Aceh Ir. Zulkifli Syahbuddin, MM mengatakan, jenis pangan segar yang diuji berupa beras lokal putih dan merah, daging sapi, apel, semangka dan pir.

Sedangkan untuk jenis sayuran yaitu tomat, sawi, cabe merah, kembang kol, bawang merah, labu dan wortel. Sampel pangan ini diambil dari sejumlah pasar tradisional di Kota Banda Aceh.

“Sampel ini kita ambil secara random, di beberapa pasar tradisional di Kota Banda Aceh,” ucap Zulkifli Syahbuddin, kamis (23/7/2020).

Zulkifli menjelaskan, selain menjadi salah satu kegiatan rutin, pengawasan pangan segar kali ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang beredar, menjelang hari raya Idul Adha 1441 H.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pangan Aceh dan Balai Besar POM Aceh untuk melakukan uji laboratorium jika nantinya ditemukan makanan yang mengandung bahan kimia.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Wahyuni Wahfar, S.Pt, M.Si mengatakan, dari sejumlah pangan yang telah uji, pada umumnya tidak ada yang mengandung bahan kimia, hanya apel yang ditemukan mengandung bahan pestisida.

“Alhamdulillah dari hasil tes kita hari ini hampir semua negatif hanya apel yang berasal dari Medan itu ternyata mengandung positif pestisida,” ujar Wahyuni.

Ia menyebutkan, jika nantinya terdapat temuan pangan yang tercemar bahan kimia, akan segera ditindak lanjuti dengan membawa sampel pangan tersebut ke laboratorium Dinas Pangan Aceh untuk di uji secara kuantitatif.

“Yang positif ini akan kita lanjutkan dengan tes lanjutan dengan mengambil sampel yang lebih besar. Nanti akan ada uji laboratoriumnya,” tutupnya.(MS)


Editor :
Indra WIjaya

riset-JSI
Komentar Anda