Logo Dialeksis - Masker
utu pangdam
Beranda / Berita / Aceh / Kala Wih Ilang dan Pantan Musara Jadi Sasaran TMMD ke 109 Aceh Tengah

Kala Wih Ilang dan Pantan Musara Jadi Sasaran TMMD ke 109 Aceh Tengah

Selasa, 08 September 2020 17:45 WIB

Font: Ukuran: - +

Suasana pembahasan TMMD ke 109 di Aceh Tengah, Selasa sore (08/09/2020) di Aula Makodim. 

DIALEKSIS.COM| Takengon- Dua desa di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, sampai saat ini sarana transportasinya masih memprihatinkan. Ruas jalan yang berkubang lumpur, pendakian yang tinggi serta turunan yang curam, tantanganya maut.

Sementara di sana ratusan kepala keluarga mengandalkan sumber hidupnya dari pertanian, kopi, sayur mayur, palawija. Sulitnya ruas jalan sepanjang 4,2 kilometer ini sering membuat masyarakat terjebak. Sepeda motor asal musim penghujan,jungkir balik, dan itu menjadi hal yang biasa.

Dua desa itu, Kala Wih Ilang dan Pantan Musara. Desa yang bertangga ini sumber penghidupan masyarakat mengandalkan tanah. Melihat keadaan masyarakat ini, kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) adalah upaya membebaskan masyarakat dari keterkurungan.

“kita akan mengadakan kegiatan TMMD di sana selama 36 hari. Membuka jalan sepanjang 4.200 meter, membangun jembatan sepanjang 12 meter, serta sejumlah kegiatan lainya, ada penyuluhan. Intinya kita ingin mengabdi untuk masyarakat,” sebut Letkol. Inf. Teddy Sofyan. S.Sos, Dandim 0106 Aceh Tengah.

Dalam sambutanya, tentang rencana TMMD di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah ini, Dandim sangat berharap agenda TMMD demi membuka isolasi masyarakat yang sangat mengandalkan hidupnya dari pertanian, berjalan dengan sukses dan membawa berkah.

“Kami sudah turun ke lapangan, aduh…. Ternyata ada tanjakan yang luar biasa, jalanya tidak beraspal, licin. Tim kami juga jungkir balik di medan jalan ini. Saya bisa bayangkan bagaimana keadaan masyarakat ketika melintasi jalan ini,” sebut Teddy.

Demikian dengan penurunan, sehebat apapun bila mempergunakan sepeda motor bukan jenis medan lumpur, akan jungkir balik. Untuk itu ruas jalan yang menanjak ini akan dipangkas demikian dengan penurunan, agar nyaman dipergunakan masyarakat, jelas Dandim.

“Bagaimana masyarakat membawa hasil pertanian ke luar dari sana, untuk dijual. Saya bisa bayangkan resikonya. Belum lagi kalau ada masyarakat yang sakit, bagaimana penderitaan mereka,” sebut Teddy.

Dandim menyebutkan, Kasdim 0106 Aceh Tengah, Mayor Inf Syamsirmas, SE,ketika meninjau lokasi untuk TMMD ke 180 ini, juga terbalik saat mengendarai sepeda motor. Medanya memang berat, apalagi di musim penghujan. Sementara ruas jalan ini adalah sarana masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

Pemerintah Aceh Tengah sudah mempercayakan perbaikan dan pembukaan jalan di sana melalui TMMD. Kawasan pegunungan dengan hamparan perkebunan kopi ini, merupakan area yang subur, khususnya sayur mayur dan palawija, serta kopi.

“Kita doakan semuanya berjalan mulus, masyarakat di sana terbantu, makanya diselenggarakan pertemuan pada hari ini untuk persiapan pembukaan TMMD di Pantan Musara yang direncanakan 22 September nanti,” sebut Dandim.

Kepada insan media, Dandim Teddy berharap agar ikut berpartisipasi mengekspos kegiatan ini, juga ikut menyemarakan lomba jurnalistik TMMD ke -109. (baga)


Editor :
Redaksi

Berita Terkait
    BPMA pangdam
    riset-JSI
    Komentar Anda
    syamsul rizal hari guru