Beranda / Berita / Aceh / KMBSA Desak Pemerintah Aceh Prioritaskan Pembangunan Terowongan Geurute

KMBSA Desak Pemerintah Aceh Prioritaskan Pembangunan Terowongan Geurute

Rabu, 24 Juli 2019 09:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Umum KMBSA Fitriadi Lanta


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) menyayangkan pernyataan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di harian Waspada Aceh edisi 18 Juli 2019 sebagaimana kutipan tersebut

"Terowongan Geurutee saat ini belum menjadi prioritas pembangunan di Aceh pada tahun 2020 mendatang"

Ketua Umum KMBSA Fitriadi Lanta menyampaikan pernyataan itu disampaikan Nova kala menjawab pertanyaan wartawan terkait realisasi terowongan tersebut di sela memberikan keterangan kepada awak media saat menghadiri kegiatan Bhakti Sosial Pemerintah Aceh di Desa Bintah Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya, Selasa, (16/7/2019).

"Ya, Geurutee itu dulu sudah pernah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun pemerintah pusat memiliki skala prioritas, apakah mau Waduk Rukoh dan Tiro atau mau Geurutee duluan," tutur Fitriadi mengutip pernyataan Nova kala itu.

Ia menjelaskan beberapa kali gubernur Aceh berganti, barat selatan mudah saja diganti no antrian untuk masuk dalam skala prioritas pembangunan.

"Kita tahu semasa beliau di DPR RI gaung terowongan gurute terkesan mendesak saat itu," ujarnya kepada Dialeksis.com, Selasa, (23/7/2019)

Masih mengutip pernyataan Plt Gubernur Aceh, ia mengatakan terowongan gunung geurute belum termasuk Proyek Strategi Nasional (PSN), karena masih ada waduk dan jalan tol di timur utara Aceh.

"Ini dikatakan Nova karena kaum muda barat selatan Aceh jiwa pemberontak sudah diukur olehnya," ujarnya.

Fitriadi melanjutkan, pemerintah pusat tetap meminta analisa dan presentasi kebutuhan dari gubernur Aceh terkait usulan PSN. 

"Bisa saja gubernur mengatakan Geurute belum mendesak karena belum begitu ramai orang mati di pegunungan tersebut," sindirnya.

Ia pun menyerukan kepada pemuda barat selatan agar tidak diam terhadap aspirasi masyarakat akan kebutuhan terowongan tersebut. 

"Kepada pemuda barat selatan Aceh saya ingatkan, bila kita terus diam dan pasrah pada pemerintah Aceh maka mimpi terowongan selalu dalam pergantian nomor antrian, tinggal pilih mau dekat dengan Nova tanpa hasil atau jarak menguntungkan rakyat," serunya.

Ia pun mendesak Pemerintah Aceh dan DPRA untuk mencari solusi agar pembangunan terowongan gunung geurute segera terealisasi.

"Karena itu jelas kebutuhan mendesak karena menurut informasi jalan gunung geurute sudah bergantung sebab dibawah telah dikikis ombak laut Lamno," ungkap Fitriadi.

Dia mengingatkan publik Aceh dengan pernyataan Komandan KOGASMA Partai Demokrat Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) saat momentum pemilu 2019 lalu. Saat itu, sambungnya, AHY mengatakan akan serius berupaya agar terowongan masuk PSN. Ia pun mengutip pernyataan AHY yang dirilis oleh media Antara, 5 Maret 2019.

"Pembangunan terowongan ini akan mempercepat jalur transportasi bagi masyarakat pesisir pantai barat selatan Aceh," katanya mengutip pernyataan AHY.

Ia menjelaskan dirinya bersama dengan anggota parleman diberbagai tingkatan akan mendorong agar proyek tersebut dapat segera diwujudkan dan menjadi PSN sehingga dapat memberikan dampak positif untuk berbagai sektor ekonomi.

Dia pun menyerukan kepada masyarakat Aceh kawasan timur utara untuk meyakinkan Pemerintah Aceh bahwa terowongan geurute adalah kebutuhan masyarakat Aceh secara umum.

"Kepada saudara kami di timur utara Aceh dan tengah tenggara tolong dibantu meyakinkan pemerintah bahwa terowongan gunung geurute bukan hanya kebutuhan Masyarakat barat selatan aceh tapi kebutuhan Aceh secara bersama," imbuh Fitriadi Lanta. (imd)



Keyword:


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda