Logo Dialeksis
rsu bireun
Beranda / Berita / Aceh / Korban Covid-19 Melonjak 22 Orang, Kini Kasus di Aceh Capai 193 Kasus

Korban Covid-19 Melonjak 22 Orang, Kini Kasus di Aceh Capai 193 Kasus

Selasa, 28 Juli 2020 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh “ Kasus pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kembali bertambah sebanyak 22 orang di Aceh. Kini total warga Aceh yang terpapar virus sudah 193 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, penambahan kasus terjadi di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, Bener Meriah, Kota Langsa, dan luar daerah Aceh. 

Saifullah Abdulgani menjelaskan, untuk Kota Banda Aceh kini bertambah sebanyak 9 kasus, sementara untuk Aceh Besar 3 kasus, Bener Meriah 6 kasus, Aceh Utara 1 kasus, Kota Langsa 2 kasus dan 1 kasus lagi warga luar Aceh.

“Tren kasus Covid-19 Aceh belum stabil. Kemarin dilaporkan tiga kasus baru. Hari ini melonjak 22 kasus, sehingga totalnya sudah mencapai 193 kasus,” kata Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Selasa (28/7/2020).

Saifullah Abdulgani menghimbau, agar masyarakat lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan secara konsisten, termasuk pada saat menjalankan salat Idul Adha 1441 H yang akan datang.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah menyurati bupati/walikota pada 20 Juli 2020 terkait pelaksaan salat berjamaah pada Idul Adha nanti, katanya. Salat Idul Adha dapat dilaksanakan di semua daerah Zona Hijau dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Lanjutnya, untuk daerah Zona Kuning dan Zona Orange/Merah tergantung pada keputusan bupati/walikota masing-masing, setelah berkoordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain pada pelaksanaan salat Idul Adha, tambah SAG, protokol kesehatan juga harus diperhatikan pada penyembelihan hewan qurban. Kebersihan tenaga (personal hygine), kebersihan tempat dan peralatan yang dipergunakan harus mendapat perhatian serius. Prinsip-prinsip jaga jarak juga harus diterapkan pada saat pembagian daging hewan qurban kepada masyarakat.

“Protokol kesehatan satu-satunya cara efektif pencegahan penularan virus corona, selain juga terus berdoa kepada Allah SWT agar kita semua mendapat perlindungan-Nya,” tutur SAG.(MS)

Editor :
Zulkarnaini

BPBD
riset-JSI
pna
Komentar Anda