Selasa, 07 Juli 2026
Beranda / Berita / Aceh / Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah, Total Meninggal Jadi 4

Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah, Total Meninggal Jadi 4

Senin, 06 Juli 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

KMP Aceh Hebat 2. [Foto: Net]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Korban meninggal dunia akibat ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 bertambah menjadi empat orang. Mujibur Rahman, taruna Diploma IV Pembentukan Teknika Politeknik Pelayaran Malahayati asal Sigli, Kabupaten Pidie, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 12.40 WIB.

Mujibur merupakan korban keempat yang meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi saat KMP Aceh Hebat 2 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat (12/6/2026).

Sebelumnya, tiga taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang meninggal dunia akibat luka bakar dalam insiden tersebut adalah Fahri Herdi Eko, Muhammad Bilal Ramzi, dan Muhammad Zulfikar.

Secara keseluruhan, ledakan di ruang mesin kapal mengakibatkan 15 korban, terdiri atas 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal (ABK). Seluruh korban sempat menjalani perawatan di RSUDZA Banda Aceh.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mujibur Rahman.

"Atas nama Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi cobaan ini," ujar Andri.

Menurut Andri, ASDP sejak hari pertama insiden terus mendampingi korban dan keluarga, termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit serta instansi terkait hingga proses pemulangan jenazah dan pemakaman.

"Sejak insiden terjadi, ASDP terus hadir mendampingi proses penanganan korban, berkoordinasi dengan rumah sakit dan seluruh instansi terkait, serta mengawal kebutuhan keluarga, termasuk hingga proses pemulangan jenazah serta pemakaman," katanya.

Ia mengatakan, ASDP juga tetap mendukung proses penyidikan yang dilakukan Polda Aceh sembari melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan operasional untuk meningkatkan keamanan layanan penyeberangan.

Hingga kini, penyidik Polda Aceh masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap komponen dan sistem di ruang mesin kapal. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar untuk mengungkap penyebab pasti ledakan sekaligus melengkapi proses penyidikan yang masih berlangsung. [rri]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI