Beranda / Berita / Aceh / Majelis Pendidikan Aceh Bagikan Resep Peningkatan Mutu Pendidikan di Aceh

Majelis Pendidikan Aceh Bagikan Resep Peningkatan Mutu Pendidikan di Aceh

Senin, 11 Januari 2021 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Auliana Rizky

Ketua Majelis Pendidikan Aceh, Prof Abdi Wahab [Dok. Humas Aceh]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Majelis Pendidikan Aceh,  Prof Abdi A Wahab mengatakan, para guru pengajar di sekolah atau madrasah perlu dilatih.

Hal itu ia sampaikan demi menciptakan kaderisasi para siswa yang berkualitas tinggi dan memiliki daya saing yang kuat di kancah dunia pendidikan. 

"Agar siswa di Aceh berkualitas dan memiliki daya saing, perlu mendesain program pelatihan guru yang terintegrasi, termasuk membicarakan soal-soal HOTS (Higher Order Thingking Skill) dan Skolastik yang nantinya akan diajarkan dan dipraktekkan bersama siswa," kata Abdi kepada Dialeksis.com, Senin (11/1/2021).

Selain itu, lanjut Abdi, sangat penting bagi seorang guru dilakukan pembekalan, pelatihan dan pembinaan. Hal itu ia sampaikan agar kompetensi guru dalam mengelola sekolah/madrasah bisa lebih termaksimalkan.

Kepala sekolah yang berhasil atau berprestasi dalam kurun waktu tertentu, kata Abdi, diharapkan mampu mengelola sekolah di daerah-daerah tertentu secara intensif.

Sementara itu, peran guru juga sangat penting bagi pendidikan anak-anak Aceh. Oleh karena itu, kata Abdi, sosok guru haruslah diapresiasi dan diperhatikan kesejahteraannya.

"Guru honorer juga perlu diberi penghargaan. Penghargaan itu bisa berupa peningkatan finansial karena pada umumnya upah gaji yang diterima guru honor itu masih jauh di bawah Upah Minimum Rakyat (UMR)," jelasnya.

Ketua Majelis Pendidikan Aceh itu menegaskan, sangat penting bagi Pemerintah Aceh untuk memberi sedikit perhatian pada kondisi sekolah/madrasah yang ada di Aceh.

Hal itu ia sampaikan agar sekolah/madrasah memiliki standar sarana dan prasarana yang sesuai. Untuk itu, kata Abdi, Pemerintah Aceh perlu memastikan komite sekolah/madrasah berjalan sebagaimana seharusnya sekaligus melakukan pembinaan terhadap komite ini untuk aktif berperan dalam membantu sekolah/madrasah yang ada di Aceh.

"Akan tetapi, langkah itu perlu dibarengi dengan pengadaan guru yang produktif untuk mengajar dan mengoperasikan berbagai sarana dan prasarana pendidikan," tutupnya.

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda