Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Masjid Giok Nagan Raya Jadi Magnet Wisata Religi di Pantai Barat Selatan Aceh

Masjid Giok Nagan Raya Jadi Magnet Wisata Religi di Pantai Barat Selatan Aceh

Senin, 27 April 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Masjid Agung Baitul A'la atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok yang berdiri megah di kawasan perkantoran Suka Makmur, Desa Lueng Baro, Kabupaten Nagan Raya. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Suka Makmue - Kemegahan Masjid Agung Baitul A'la atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok terus menarik perhatian para pengunjung dari berbagai daerah.

Masjid yang berdiri megah di kawasan perkantoran Suka Makmur, Desa Lueng Baro, Kabupaten Nagan Raya ini kini kian mengukuhkan diri sebagai ikon wisata religi di wilayah Barat Selatan Aceh.

Pada Senin (27/4/2026), pewarta Dialeksis.com menyambangi langsung masjid tersebut dan mendapati suasana yang ramai oleh aktivitas pengunjung. Tak hanya masyarakat lokal, sejumlah wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara tampak datang untuk melihat langsung keunikan masjid yang dihiasi batu giok tersebut.

Masjid yang mulai dibangun sejak 2012 ini mengusung perpaduan arsitektur khas Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Aceh. Balutan ornamen batu giok di berbagai sudut bangunan menjadi daya tarik utama yang jarang ditemukan di masjid lain.

Ali, salah seorang pengunjung asal Banda Aceh, mengaku selalu menyempatkan diri singgah ke masjid tersebut setiap kali berkunjung ke Nagan Raya. Ia mengaku terkesan dengan kemegahan dan nuansa religius yang ditawarkan.

“Setiap ke Nagan Raya, saya pasti datang ke sini. Selain untuk beribadah, suasananya juga sangat menenangkan. Masjidnya luar biasa indah,” ujar Ali kepada media dialeksis.com.

Tingginya minat kunjungan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang menargetkan Masjid Giok sebagai ikon wisata religi kelas dunia. Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menyatakan pihaknya terus mendorong penyempurnaan pembangunan masjid tersebut.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadikan Nagan Raya sebagai daerah yang dikenal secara internasional melalui kemegahan masjid giok ini,” kata Teuku Raja Keumangan, seperti dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2027 mendatang, fokus pembangunan akan diarahkan pada pelapisan bagian luar masjid dengan batu giok, setelah sebelumnya interior dan lantai telah rampung.

Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran hampir Rp10 miliar dalam APBK untuk memperluas kawasan masjid, termasuk pembangunan jalan dua jalur serta penataan taman.

Di kawasan masjid, saat ini juga telah berdiri Museum Al-Qur’an Kuno yang koleksinya diklaim sebagai salah satu yang terbanyak di Indonesia dan telah memperoleh penghargaan dari MURI.

Menurut Teuku Raja Keumangan, jika pembangunan Masjid Giok dapat diselesaikan secara menyeluruh, maka masjid ini akan menjadi satu-satunya di dunia yang menggunakan batu giok sebagai material utama.

“Kesempurnaan pembangunan akan tercapai ketika seluruh bagian luar masjid dilapisi batu giok. Ini akan menjadi ikon daerah dan daya tarik wisata yang berdampak pada peningkatan PAD serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI