Beranda / Berita / Aceh / OJK Resmikan BWM Dayah Terpadu Babul Maghfirah Aceh Besar

OJK Resmikan BWM Dayah Terpadu Babul Maghfirah Aceh Besar

Jum`at, 08 April 2022 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Dewan Komisioner OJK Republik Indonesia, Wimboh Santoso (tiga dari kiri) meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Dayah Terpadu Babul Maghfirah di Jalan Blang Bintang Lama Desa Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Jumat (8/4/2022). [Foto: Ist.]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Wimboh Santoso, meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Dayah Terpadu Babul Maghfirah di Jalan Blang Bintang Lama Desa Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Jum'at (8/4/2022). 

Dalam sambutannya, Wimboh Santoso, mengatakan, pihaknya cukup bangga dengan adanya BWM dan ini harus terus dikembangkan hingga 3.000 nasabah.

"Kalau kurang kita tambah satu lagi BWM hingga berkembang sehingga umat kita tidak ada lagi yang kekurangan baik di dunia maupun di akhirat," ujarnya.

Ia menambahkan, BWM merupakan upaya pemerintah bersama OJK untuk meningkatkan taraf hidup dan produk yang dihasilkan tentunya harga lebih murah dan berkualitas sehingga mampu bersaing dan melawan praktik rentenir.

"Kami terus melakukan halaqah pembina terhadap masyarakat kecil agar maju, sehingga di daerah ini akan lahir pengusaha-pengusaha yang sukses. Dan, Bank Wakaf Mikro digital didorong menjadi wadah pembinaan bagi under-served community," ucapnya.

"Kehadiran Bank Wakaf Mikro ini untuk melawan rentenir," kata Wimboh.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya Manusia dan Hubungan Kerja sama, Ir Iskandar Syukri, MM, MT, mengharapkan BWM ini dapat berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Dayah Babul Maghfirah.

“Selain memberikan bantuan berupa dana, Bank Waqaf Mikro ini juga memberikan pelatihan dan edukasi keuangan kepada masyarakat sehingga dapat lebih meningkatkan pertumbuhan usaha lingkungan sekitar pesantren,” kata Iskandar.

Pimpinan Dayah Terpadu Babul Maghfirah, Ustadz Masrul Aidi, mengatakan, Bank Wakaf Mikro sudah berjalan selama 3 tahun dan baru diresmikan hari ini.

"Kehadiran BWM ini untuk menjawab maraknya serangan rentenir dari berbagai sisi, sehingga dengan adanya BWM ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," jelas Ustadz Masrul.

Menurut dia, nasabah di BWM ada 400 orang dalam Kecamatan Kuta Baro dan sasaran 3.000 orang ke depannya, sedangkan radius 5 kilometer dari kantor boleh diberikan pinjaman.

"Bisa saja pinjaman diberikan kepada masyarakat di Kecamatan Ingin Jaya, Darussalam maupun Baitussalam," jelasnya.

BWM Babul Maghfirah yang didirikan di Provinsi Aceh pada tanggal 2 Agustus 2019, telah menyalurkan Rp739,7 juta pembiayaan kumulatif kepada 437 nasabahnya yang digunakan untuk berbagai kegiatan usaha produktif.

Turut hadir dalam acara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh Yusri, Perwakilan Corporate Astra Riza Deliansyah, Kepala OJK Medan, pihak Bank BSI dan pejabat lainnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda