Beranda / Berita / Aceh / Pandangan Berbeda Soal Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Aceh

Pandangan Berbeda Soal Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Aceh

Rabu, 23 Agustus 2023 22:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kelangkaan gas elpiji tabung 3 kg di wilayah Provinsi Aceh masih kerap kali dikeluhkan oleh masyarakat. 

Kelangkaan gas elpiji 3 kg ini memunculkan beberapa masalah yang perlu segera ditangani. Selain sulitnya mendapatkan pasokan, harga yang luar biasa tinggi juga menimbulkan beban keuangan yang berat bagi keluarga masyarakat dengan ekonomi terbatas.

Situasi ini menyebabkan keluarga dengan ekonomi ke bawah terpaksa membayar harga yang jauh lebih tinggi karena pasokan bahan bakar bersubsidi ini seperti menjadi objek permainan pihak distributor.

Terkait permasalahan gas elpiji tersebut turut menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satunya, Ketua DPW Nasdem Aceh Dr Teuku Taufiqulhadi. 

Ia mengatakan, kelangkaan gas 3 kg ini sudah kronis, Pj Gubernur dan aparat penegak hukum harus mengawal dan menindak tegas aktor yang menyebabkan kelangkaan ini. 

“Ini menyangkut hajat ekonomi masyarakat di bawah. Pelaku UMKM, dan masyarakat kurang mampu sangat di rugikan,” ungkapnya kepada Dialeksis.com, Rabu (23/8/2023). 

Menurutnya, praktik curang agen distributor hingga pangkalan menyebabkan permasalahan utama distribusi gas 3 Kg di tingkat bawah, dan operasi pasar bersifat sporadis tidak mengatasi persoalan.

“PJ Gubernur terkesan lalai dan abai mengawasi, ini program subsidi pemerintah ditujukan untuk masyarakat bawah. PJ Gubernur dan aparat penegak hukum harus proaktif mengawal kebijakan pemerintah, situasi seperti ini membuat masyarakat semakin sulit,” tegasnya. 

Sementara itu, ada pandangan berbeda dari Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin. Menurutnya, LPG 3 Kg tidak langka di Aceh, namun, penyaluran belum tepat sasaran. 

“Mari kita dukung program subsidi tepat, sehingga bagi para pengguna yang berhak menerima subsidi tersalurkan secara tepat,” pungkasnya. 

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda