Beranda / Berita / Aceh / Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSUZM Sembuh, ODP Bertambah 15 Orang

Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSUZM Sembuh, ODP Bertambah 15 Orang

Minggu, 14 Juni 2020 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh – Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dari Aceh Tamiang, berinisial Muk (51) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zubir Mahmud (RSUZM), Aceh Timur sudah sembuh dan dijemput untuk kembali ke Aceh Tamiang. Sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) bertambah 15 orang dalam 24 jam terakhir.  

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, Minggu (13/06/2020). 

Pria yang akrab disapa SAG mengatakan, Muk dijemput oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bidang Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama keluarganya sekira pukul 11.00 WIB. 

“Muk sudah sembuh dan dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tamiang bersama keluarganya,” ujar SAG. 

SAG menjelaskan, Muk dinyatakan sembuh oleh Tim Medis RSUZM Pemkab Aceh Timur karena dua kali uji spesimen swab Balai Litbangkes Aceh dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) hasil sudah negatif. Hasil uji swab negatif itu masing-masing diperoleh pada 9 Juni dan 12 Juni 2020. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muk memiliki riwayat perjalanan ke Medan, Sumatera Utara. Ia mengetahui positif Covid-19 usai berobat IGD RSUD Aceh Tamiang. Saat itu Muk memiliki gejala demam tinggi dan batuk-batuk, pada 18 Mei 2020. Riwayat perjalanannya ke daerah penularan virus corona itulah, maka dicurigai dan dilakukan rapid test.  

Hasil rapid test yang dilakukan Tim Medis RSUD Aceh Tamiang itu menunjukkan reaktif virus. Karena itu dilanjutkan dengan pengambilan swab cairan tenggorokan dan hidungnya, dan dikirim ke Laboratorium RT-PCR Balai Litbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar.  

Hasilnya, Muk konfirmasi positif Covid-19, sesuai laporan Kepala Balai Litbangkes Aceh, Dr Fahmi Icwansyah, S.Kp, MPH, kepada Kepala Penanggulangan Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Aceh, dr Hanief, pada 21 Mei 2020.  

Lebih lanjut SAG menjelaskan, setelah sekitar 18 hari menjalani perawatan dengan cara diisolasi di rumahnya, virus corona masih terdeteksi dalam setiap uji swab Muk. Karena itu ia dirujuk ke RSUZM Aceh Timur untuk penanganan yang lebih intensif, Minggu (07/06/2020, dan hari ini ia dinyatakan sudah bebas dari virus corona. 

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, dan mengapresiasi Tim Medis Covid-19 RSUZM yang telah merawat Muk dengan penuh dedikasi hingga sembuh,” ujar Jubir Covid Aceh itu.

Selanjutnya, SAG merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota, per tanggal 13 Juni 2020, pukul 15.00 WIB. 

SAG itu memaparkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh bertambah lagi hari ini sebanyak 15 orang sehingga secara akumulatif menjadi 2.205 orang. ODP yang masih dalam pemantauan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota sebanyak 157 orang. Sedangkan sebanyak 2.048 orang sudah selesai menjalani isolasi secara mandiri.  

“Penambahan ODP ini perlu kita waspadai. Keluarga para ODP harus ekstra disiplin menjalankan protokol kesehatan karena belum kita ketahui status akhirnya, sebelum gejala Covid-19 itu benar-benar sembuh, dan massa isolasi mandirinya berakhir,”  

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjutnya, sebanyak 115 orang. PDP yang masih dirawat saat di rumah sakit rujukan Covid-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak 2 orang. PDP yang sudah sembuh sebanyak 112 orang. PDP yang meninggal di Aceh hanya 1 orang, dan meninggal pada 26 Maret 2020. 

Sedangkan jumlah orang yang Positif Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 22 orang. Pasien positif Covid yang masih dirawat sebanyak 2 orang, yang sudah sembuh di Aceh mencapai 19 orang. Covid-19 yang meninggal dunia di Aceh juga 1 orang pada 23 Maret 2020. 

“Meski hampir semua pasien Covid-19 di Aceh sembuh, namun jangan lalai pada protokol kesehatan. Tetap menjaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” pungkas SAG.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda