Beranda / Berita / Aceh / Pemuda Indonesia Diharapkan Bangun Nasionalisme Dengan Cara yang Kekinian

Pemuda Indonesia Diharapkan Bangun Nasionalisme Dengan Cara yang Kekinian

Senin, 12 Agustus 2019 19:01 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam) Brigadir Jenderal TNI Achmad Daniel Chardin


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam) Brigadir Jenderal TNI Achmad Daniel Chardin menyebutkan membangun dan menggali kembali sisi nasionalisme bagi pemuda Indonesia saat ini harus dilakukan dengan cara yang kekinian, bukan dengan cara yang dulu.

"Mungkin bukan dengan doktrinasi, tapi dengan cara permainan," ucap Daniel saat ditemui Dialeksis.com di cafe Kryad Muraya Hotel, Minggu, (11/8/2019) malam.

Ia menjelaskan hingga saat ini dirinya melihat sisi nasionalisme masih tertanam dalam diri pemuda Indonesia. Namun, sambungnya, metodenya berbeda dengan apa yang telah dilakukan para pendahulu.

"Sebenarnya bukan tergerus, tapi menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Dulu orang berjuang dengan senjata, tapi apa anak sekarang harus berjuang dengan cara itu," katanya.

Untuk membangkitkan semangat nasionalisme, lanjutnya, Kodam IM melalui bidang pembinaan teritorial melaksanakan program wawasan kebangsaan dan bela negara. 

"Itu diberikan dalam bentuk permainan. Jadi dia mengerjakannya tidak sendiri, harus berkelompok. Dengan pola seperti ini diharapkan akan mempengaruhi mereka untuk lebih memiliki rasa nasionalisme tanpa mereka sadari," pungkas Jenderal bintang satu ini.

Daniel mengharapkan pemuda era jaman digital ini harus mampu berkreatifitas dan mampu mendapatkan informasi yang valid dan akurat. Hal ini, sebutnya, penting untuk menyaring informasi dan tidak mendapatkan dari satu sumber saja, namun dapat membandingkan dengan literasi yang lain. Untuk itu, dia tidak mengkhawatirkan terhadap ideologi-ideologi yang dapat mengancam keutuhan negara Indonesia. 

"Kita harus dinamis sebenarnya. Kita tidak bisa membendung arus informasi, yang bisa kita lakukan adalah kita mengimbangi dengan cara berpikir yang harus dirubah. Jadi kita gak khawatir juga," ujar Daniel.

Keyword:


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda