Beranda / Berita / Aceh / Peringati HKSN 2019, Dinsos Aceh Gelar Baksos di Blang Pandak

Peringati HKSN 2019, Dinsos Aceh Gelar Baksos di Blang Pandak

Rabu, 25 Desember 2019 08:25 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri meninjau rumah tidak layak huni milik warga Blang Pandak sebelum dibangun yang baru. [Foto: Dinsos Aceh]

DIALEKSIS.COM | Sigli - Pemerintah melalui Dinas Sosial Aceh menggelar bakti sosial (Baksos) bersama pilar-pilar Kesejahteraan Sosial ( Kessos) di daerah terpencil Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. 

Baksos yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019 yang jatuh pada setiap 20 Desember tersebut berlangsung sejak kemarin (Selasa, 24/12/2019) sampai dengan hari ini, Rabu (25/12/2019).

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, yang juga ketua panitia kegiatan mengatakan, bakti sosial ini dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Rabu (25/12/2019), dan turut terlibat sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta Forum CSR Kessos yang masing-masing membawa serta bantuan untuk diberikan kepada masyarakat Gampong Blang Pandak dan sekitarnya, dalam rangka membangun kesejahteraan sosial masyarakat setempat.

Bakti sosial ini mengadakan beberapa kegiatan berupa, perlombaan HKSN (lompat karung anak), pembersihan tempat ibadah, pembersihan sarana lingkungan, pembersihan sekolah, bakti sosial bersama SKPA, dan pemutaran film dokumenter.

Plt Gubernur Aceh pada baksos ini membangun 2 unit rumah layak huni, begitu juga halnya dengan PT Mifa, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Aceh yang juga ikut membedah satu unit rumah warga tidak layak huni di Gampong Blang Pandak.

"Pada bakti sosial ini kita juga membangun rumah untuk saudara-saudara kita yang belum beruntung yang dibantu oleh Bapak Plt Gubernur Aceh 2 unit, dari PT Mifa 2 unit, dari PSM Aceh membedah 1 unit rumah di Blang Pandak ini," kata Alhudri, Rabu (25/12/2019) dinihari.

Alhudri menuturkan, bakti sosial ini dilakukan dalam rangka memaknai HKSN yang diikuti oleh 10 SKPA dari Provinsi Aceh, 4 badan usaha, dan Pemerintah Kabupaten Pidie. Menurutnya, banyak hal yang dapat lakukan di sini (Blang Pandak), antara lain perekaman administrasi kependudukan, karena masih banyak masyarakat di Blang Pandak dan sekitarnya yang belum memiliki administrasi kependudukan.

"Administrasi kependudukan ini sudah dimulai perekaman sejak kemarin ini hingga (Rabu) oleh Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA), dan tidak hanya khusus untuk warga Gampong Blang Pandak, tapi juga dari gampong-gampong lain di Kecamatan Tangse juga kita undang untuk perekaman administrasi kependudukan," katanya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Aceh juga membantu pengobatan massal gratis bagi masyarakat di Gampong Blang Pandak dan gampong sekitarnya, sehingga semua pelayanan dasar kepada masyarakat dapat dilakukan dengan baik.

"Intinya bagaimana kita (pemerintah) bisa membantu masyarakat di sini yang selama ini jauh dari pusat kepemerintahan. Tentunya kita yang datang ke tempat ini dengan memakai momentum-momentum yang bisa memperbaiki ataupun menggerakkan, pembangunan roda kepemerintahan, perekonomian, sehingga hal ini nantinya dapat berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Aceh," kata Alhudri.

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri saat melakukan rapat pada hari pertama bakti sosial. [Foto: Dinsos Aceh]

Menurut Alhudri, bakti sosial HKSN 2019 kali ini sengaja dilaksanakan di kaki Gunung Halimun Gampong Blang Pandak untuk melawan lupa, bahwa di tempat ini pernah menjadi lokasi bersejarah deklarasi pertama Aceh Merdeka yang telah mewarnai dinamika proses pembangunan dan perdamaian Aceh.

Selain itu, faktor ketertinggalan pembangunan dan kesejahteraan sosial dibandingkan daerah lain juga menjadi faktor utama gampong ini jadi tujuan pelaksanaan kegiatan bakti sosial.

"Kegiatan serupa ini juga sudah kita lakukan di Kemukiman Jamat, Kabupaten Aceh Tengah, Gampong Sikundo, Kabupaten Aceh Barat, dan Desa Bintah, Kabupaten Aceh Jaya. Tentu saja dalam momentum yang berbeda," kata Alhudri.

Momentum yang berbeda menurut Alhudri adalah, jika di Jamat pihaknya melakukan bakti sosial dalam momentum Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT), di Sikondo dalam momentum pembangunan rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT), dan di Bintah dalam momentum Jambore Tagana 2019.

"Mungkin ke depan kita akan melakukan di daerah-daerah tertinggal lainnya di Aceh. Kita ingin menyentuh langsung ke daerah-derah yang selama ini mungkin masih belum terjamah oleh pemerintah," ujarnya.

Jumlah Bantuan yang disalurkan

Sementara itu penanggungjawab kegiatan, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar mengatakan, selain DRKA dan Dinas Kesehatan Aceh, sejumlah dinas lain yang memberikan bantuan adalah, Dinas Sosial Aceh memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Pembuatan Kue untuk 5 orang, UEP menjahit 5 orang, dan UEP jualan di kios untuk 3 orang, tenda serbaguna 3 unit, sajadah panjang 10 gulung, bantuan paket sandang untuk lansia 50 paket dan bantuan pakaian harian untuk wanita 200 lembar.

Distanbun Aceh memberikan bantuan kawat bronjong 30 roll dan kawat duri 30 roll, Dinas Syariat Islam Aceh memberikan bantuan 10 gulung sajadah Panjang, Dinas Pengairan Aceh melakukan gotong-royong pembersihan bantaran sungai Tangse bersama Komunitas Peduli Sungai Tangse (Kompesta) bekerjasama dengan PSM, Tagana, dan TKSK, Dinas Permukiman Penduduk membantu Toilet Portable.

"Sementara Dinas PUPR membantu toilet VVIP portable dan peralatan gotong-royong berupa mesin potong rumput 3 unit dan gerobak dorong 3 unit," katanya.

Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh melakukan pemutaran film dokumenter dan pustaka keliling, Diskominsa memberikan bantuan peralatan sound system, Dinas Pangan memberikan bantuan makanan bubur kacang hijau 1000 porsi.

Selain itu dari Forum CSR Kessos ikut serta PT. Bank Aceh membantu pemasangan saluran air bersih, PT. Mifa Bersaudara membangun 2 unit rumah dan MCK sekolah, serta PTPN 1 Langsa dan PT Pegadaian yang masing-masing memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 10 juta untuk pembangunan masjid.

"Selain itu ada juga bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pidie, baik berupa semen, sandang, pupuk, hingga penyaluran bibit tanaman yang dapat menghasilkan untung bagi masyarakat penerima," kata Isnandar.

Bakti sosial ini ikut juga terlibat para pilar-pilar kesejahteraan sosial Aceh, seperti Tagana dalam mempersiapkan dapur umum, PSM, TKSK, PKH, dan Karang Taruna. (hda)


Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda