DIALEKSIS.COM | Jantho - Kafilah Kecamatan Peukan Bada berhasil keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026. Peukan Bada meraih nilai tertinggi, yakni 205 poin, sekaligus mengakhiri dominasi Kecamatan Darul Imarah pada ajang tersebut.
Berdasarkan keputusan Dewan Hakim yang diumumkan saat penutupan MTQ di Lapangan Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Jumat (30/10/2026) malam, Peukan Bada menempati posisi pertama dengan nilai 205.
Koordinator Dewan Hakim, Farhan AP, menyebutkan Kecamatan Darul Imarah berada di posisi kedua dengan 137 poin, disusul tuan rumah Kuta Baro dengan 124 poin.
Blang Bintang menempati peringkat keempat dengan 98 poin, Ingin Jaya di posisi kelima (88), Darussalam keenam (83), dan Montasik ketujuh (81).
Selanjutnya, Baitussalam berada di posisi kedelapan (78), Indrapuri kesembilan (70), serta Simpang Tiga menempati peringkat kesepuluh dengan 49 poin.
Akhiri Dominasi Darul Imarah
Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, secara resmi menutup pelaksanaan MTQ ke-35 tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, tuan rumah, Dewan Hakim, aparat keamanan, relawan, serta seluruh peserta dan official dari 23 kecamatan.
Menurut Syukri, keberhasilan penyelenggaraan MTQ merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong seluruh pihak.
Ia juga mengucapkan selamat kepada Peukan Bada atas prestasi yang diraih. Sementara peserta yang belum berhasil diminta tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan.
“Esensi MTQ bukan hanya tentang meraih juara, tetapi bagaimana kita mampu membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Syukri berharap MTQ menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan membumikan Al-Qur’an di lingkungan keluarga, gampong, hingga masjid.
Jadi Motivasi Pembinaan Generasi Qur’ani
Camat Peukan Bada, Salamuddin ZM, mengaku bersyukur atas keberhasilan kafilahnya meraih juara umum. Ia menyebut prestasi tersebut merupakan buah kerja keras peserta, pelatih, pendamping, dan dukungan seluruh masyarakat.
Ia berharap kemenangan itu tidak sekadar menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga mendorong peningkatan pembinaan generasi Qur’ani di Peukan Bada.
“Semoga ke depan semakin banyak putra-putri Peukan Bada yang mampu berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” katanya.
Kemenangan Peukan Bada sekaligus mengakhiri dominasi Darul Imarah yang sebelumnya menjadi juara umum MTQ ke-34. Capaian ini diharapkan memperkuat semangat masyarakat Aceh Besar dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. [*]