Beranda / Berita / Aceh / Seleksi Calon Komisioner KPIA, Iwan Bahagia: Jangan Ada Penggiringan Opini

Seleksi Calon Komisioner KPIA, Iwan Bahagia: Jangan Ada Penggiringan Opini

Sabtu, 02 Januari 2021 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Roni
Calon Komisioner KPIA, Iwan Bahagia. [Dok. Instagram Pribadi]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Beredar kabar di salah satu media ada oknum di Komisi I DPRA yang meminta 'mahar' sebesar Rp 20-50 juta untuk meloloskan para calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) dalam seleksi fit and propertest.

Salah satu Calon Komisioner KPIA asal Aceh Tengah, Iwan Bahagia sebelumnya mengancam akan melapor ke Dewan Pers bila media yang memberitakan isu tersebut tidak memberikan klarifikasi.

"Mereka langsung klarifikasi beritanya, mereka langsung jawab semalam. Intinya, wacana bakal lapor ke Dewan Pers kita urungkan," jelas Iwan saat dihubungi Dialeksis.com, Sabtu (2/1/2021).

"Ini penting dilakukan, sebab karena pemberitaan itu kami (para calon komisioner) saling tuduh di dalam grup WhatsApp. Kami saling curiga, seolah-olah di antara kami ada yang bayar, terus ada titipan ke komisi," tambahnya.

Iwan meminta kepada media-media agar tidak berspekulasi dan hanya menggunakan sumber-sumber resmi yang terpercaya. Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada penggiringan opini ketika pengumuman siapa yang akan terpilih menjadi Komisioner KPIA nantinya.

"Kita berharap media tidak berspekulasi soal orang-orang yang terpilih sebagai Komisioner KPIA nanti, jangan mengira-ngira dari sumber tidak resmi. Nanti kalau ada yang lulus dikira ya begitulah (ada yang bayar)," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

dinas pendidikan idul fitri
riset-JSI
Komentar Anda